Tradisi Pernikahaan Sunda, Dari Saweran Hingga Rebutan Ayam

Pernikahan Wawan dari 3 kota jadi 1 ( Palembang, Lampung & Anyer )
20 Februari 2011 (Hari Ke - 3 )

Pagi hari kami semua dari Anyer sudah bersiap-siap. Mobil om Anto pun sudah dibersihkan dan dipanaskan, untuk hari ini tujuan kami ke Bandung kawasan Cibiru, Ujung Berung. Mobil om Anto akan di isi oleh Datuk, Nyai, Bunda, Kakak, Ayuk, Umi, Mama, Acik Mimin, Cicik, Om Masa dan anaknya. Yang rencananya akan berangkat sekitar pukul 9 dari Anyer dengan waktu tempuh +/- 4-5 jam, sedangkan untuk rombongan ke dua akan menggunakan bus tujuan Bandung.

Pukul 8 kami ber 5 langsung menaiki angkot berwarna putih ke arah Cilegon, setelah sampai di suatu tempat di Cilegon kamipun berdiri menunggu bus dengan tujuan Bandung, sekitar 30 menit bus pun datang, bus berwarna biru dengan merk Arya Prima sehingga kami berlima langsung naik, dengan ticket 50 ribu perorang, bus ini berjalan memasuki tol cipularang kemudian akan berakhir di terminal luwi panjang.

Ternyata bus yang kami naiki ini lumayan sepi jadi kami berlima bebas untuk memilih kursi, bus ini lumayan nyaman dengan AC, TV yang besar , tempat duduk dengan reclining  makin menambah kenyamanan  di dalam bus ini, mobil pun bergerak memasuki tol Cilegon Jakarta hanya barisan gedung-gesung tinggi yang tampak, berbeda saat memasuki tol Cipularang  dengan suasana hijau di sisi kiri dan kanannya.

Sekitar pukul 1.30 siang bus pun memasuki terminal luwi panjang, kesibukan  di terminal terasa, beberapa calo berusaha menawarkan jasa untuk mengantar kami ke kawasan Cibiru. Jarak yang di tempuh untuk ke lokasi acara sekitar 30 menit dari terminal luwi panjang, akhirnya kami menyewa angkot sebagai sarana transportasi kami untuk ke Cibiru.

Setelah sampai di sana ternyata mobil om Anto juga sudah terlebih dahulu ada di sana sekitar 15 menit yang lalu. Kamipun melepaskan lelah di rumah calon mempelai wanita, makan siang dan bercengkrama dengan keluarga dan tuan rumah.

Setelah hari menginjak senja mengingat  rumah calon mempelai wanita tidak memungkinkan untuk tempat kami menginap semua, maka kamipun di arah kan untuk menginap di daerah Cicalengka tempat nenek dari calin mempelai wanita, tempat nya lumayan jauh sekitar 45 menit dari Cibiru, 2 mobil angkot di siapkan untuk kami, sedangkan om Anto tidak bisa ikut karena ketempat saudaranya.

Angkot berlari lumayan cepat didalam pekat malam, di pinggir jalan banyak terdapat penjual tahu sumedang, saya tidak tahu dimana lokasi tempat kami menginap, yang tahu kami ada di daerah Cicalengka.

Rumah tempat kami menginap malam ini lumayan besar, ruang tamunya pun lebar tetapi hanya di diami beberapa orang. Uniknya rumah ini terletak di tengah-tengah lahan sawah, angin malam yang dingin mulai menusuk tulang, bunyi jangkrik dan kodok pun seperti irama alat musik di atur sang alam.



21 Februari 2011 (Hari Ke - 4 )
Sesaat sebelum berangkat ke Cibiru
Pukul 5 pagi saat udara di Cicalengka sedang  dingin-dinginnya, sebagian dari kami sudah bersiap-siap, ada yang mandi dengan air yang rasanya sedingin es. Karena hari ini pada pukul 7 kami akan meluncur ke Cibiru, untuk acara akad nikah dan resepsi.

Kabut putih yang dingin terlihat jelas di atas sawah-sawah yang selesai di panen di depan rumah tempat kami menginap ini.  Kamipun sempat beberapa kali berfoto di depan rumah tempat kami menginap, sebelum berangkat ke Cibiru.

Angkot yang sudah di siapkan berjalan menembus jalan yang mulai tersendat, sekitar pukul 9 pagi kami sampai di Cibiru.




Kami di sambut secara adat Sunda dengan pagar ayu dan pagar bagus  yang sudah berdiri menyambut, rangkaian  bunga melati juga di kalungkan sebagai bentuk penghormatan kepada calon pengantin laki-laki dan seluruh keluarga dari Palembang.

Pagi ini akan di langsungkan 2 acara sekaligus yaitu akad nikah dan resepsi penikahan termasuk di dalamnya acara adat khas Sunda, akad nikapun berlangsung dengan lancar tanpa adanya halangan apapun. Pengantinpun di bawah ke pelaminan untuk melaksanakan acara sungkeman, sama seperti di daerah lain sungkeman ini merupakan bentuk penghormatan/tanda bakti dan terima kasih kepada kedua orang tua yang selama ini sudah mengurus mereka dari kecil hingga mengantarkan ke jenjang rumah tangga, biasanya acara sungkeman ini di warnai dengan haru biru, tangisan pengantin dan orang tua biasanya tidak bisa terbendung.


Prosesi sungkeman
Berdasarkan literasi yang saya baca adat perkawinan sunda ini meliputi beberapa tahapan. seperti saweran adalah salah satu dari rangkaian upacara perkawinan adat Sunda. Adapun tahapan adat yang hingga saat ini masih sering digunakan, mulai dari Sungkeman, Saweran, Meuleum harupat, Nincak endog, Ngaleupas japati. Seluruh tahapan di atas dilaksanakan setelah proses akad nikah, dimana kedua mempelai telah resmi menjadi suami istri.

Dan didudukan di kursi tepat di depan pelaminan Setelah upacara sungkeman, prosesi dilanjutkan dengan acara saweran. Saweran disini adalah mendudukkan kedua mempelai berdampingan, didampingi oleh kedua orang tua masing-masing. Kedua mempelai dipayungi, lalu sembari diiringi oleh nyanyian sunda yang berisi petuah, mereka akan melemparkan kepada hadirin berbagai barang sebagai symbol. (Lihat di video).

Barang-barang itu disediakan dalam sebuah bokor. Isinya terdiri dari uang receh, beras, irisan kunyit, permen, dan lipatan daun sirih. Masing-masing mempunyai makna, uang sebagai symbol kemakmuran, beras adalah symbol kesejahteraan, permen menandakan sepahit apapun kehidupan harus selalu diselesaikan dengan manis. Irisan kunyit dianalogikan bahwa kunyit itu bermanfaat bisa untuk makanan, bisa untuk obat. Istri harus berperan seperti itu, bisa memasak dan menjadi obat untuk suaminya kelak. Lipatan daun sirih diharapkan menjadi symbol agar dalam membina tetaplah harum dan bermanfaat seperti daun sirih.
sebelum acara saweran
Saat rebutan ayam

Sebenarnya masih banyak prosesi lainnya yang tidak kalah unik dan menarik. Semua tahapan ini selain dapat menghibur juga dapat diambil hikmahnya baik oleh kedua mempelai maupun tamu-tamu yang menghadiri perhelatan tersebut.

Tetabuhan khas sunda
Acara akad nikah dan resepsipun berlangsung hingga sore, om Anto mengajak kami ke Lembang ketempat rumah orang tuanya untuk menginap di sana barang sehari dua hari, sebelum kembali lagi ke Anyer. Nyai, datuk, acik mimin, mama, bunda dan kakak masih tinggal di lokasi acara, acek sore ini juga langsung pulang kembali ke Anyer.

Aku dan ayuk berangkat bersama om Anto menuju Lembang, bersama kerabat lainnya, karena malam ini kami seluruhnya akan menginap di Lembang.



Bandung, Cibiru, Ujung Berung, 0211, Dodi NP

You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey