1.100 Kilometer Menuntaskan Tugas Negara Part 2


Hari ini perjalanan yang akan kami tempuh sekitar 764 km, setelah kemarin lebih dari 300 km kami sudah tempuh dari kota Palembang, pukul 8 para team sudah bersiap untuk melanjutkan perjalanan  tetapi ternyata mobil di bawa salah satu team entah kemana karena info yang ku dapat sudah tidak ada sejak tengah malam, berarti saat kami sudah terlelap tidur.

Kota Baturaja memang tidak asing bagi kami dan team karena ada salah satu objek pekerjaan yang terletak di kota ini, wajar kalu salah satu tim menghilang, mungkin bertemu dengan teman-teman di lokasi ini.

Setelah sarapan pagi yang sudah lumayan siang kamipun mulai berangkat lagi langsung menuju ke kota Martapura ( Oku Timur ), jalanan yang di hiasi rimbunya tumbuhan hijau kami agak sedikit bosan, karena yang di lihat hanya itu-itu saja, sempat kendaraan kami beberapa kali berhenti untuk melakukan pendataan dan survey.


Jalan di kawasan Martapura, Oku Timur
Setelah dari kawasan Martapura, Oku Timur kamipun bergerak ke arah kota Bumi Lampung Utara, jalan yang kami lalui terasa seperti lurus saja, driver yang sedari tadi ku tanya apakah akan ku gantikan untuk menyetir tetapi dia menolak dengan alasan masih kuat.

Karena jalan yang lurus hampir 3 jam di tempuh ke arah Kota Bumi, anggota tim yang semalam menghilangpun akhirnya tertidur, mungkin karena semalam bergadang ..... hahahhha.

Bangun woi.... tugas-tugas
Setelah dari kota bumi dan melakukan beberapa pendataan dan survey di kota Bumi, kamipun melanjutkan perjalanan ke arah Lampung Tengah di sini kendaraan memasuki rumah makan tahu sumedang renyah yang ada wates.

Kami di Rumah Makan Tahu Sumedang Renyah Wates
Sop buntut menjadi sasaran kami di sini biar stamina bisa fit kembali, sekitar kurang lebih 1 jam lagi kami memasuki kota Bandar Lampung, tetapi kami tetap harus berkeliling untuk pendataan dan survey.

Setelah perut di isi logikapun mulai terdongkrak naik, kamipun melanjutkan perjalanan kembali dengan tujuan ke kota Bandar Lampung, Sebelum makan siang tadi kami sempat mampir di salah satu SPBU swasta yang ada di kota Lampung ini tepatnya di kawasan gunung sugih, berbeda dengan pertamina yang dominan berwarna merah SPBU AKR ini dominan dengan warna birunya.





Toilet & Kantor
Ternyata untuk industri bahan bakar pun Pertamina sudah banyak mendapatkan saingan dari kompetitor produk sejenis dari pihak swasta, setelah selesai melihat-lihat sekaligus melepaskan urine yang terasa sudah memenuhi kantongnya.

Perjalanan ke kota Bandar Lampung kami teruskan akhirnya sampailah kami di salah satu hotel yang sudah di booking oleh salah satu anggota tim untuk kami beristirahat, karena driver kita kayaknya lagi banyak butuh istirahat setelah perjalanan panjang.

Entah tugu apa namanya ....???

Universitas Bandar Lampung
Kamipun beristirahat di hotel ini, pada pukul 8 malam baru kami melanjutkan perjalanan lagi setelah santap malam di bakso sony wolter mongonsidi dan belanja oleh-oleh di aneka sari rasa, kamipun harus menunggu sebentar karena ada teman salah satu tim yang membawa BMW nya akan pulang ke Palembang via lintas timur dan demi keamanan kita melakukan konvoi.


Saat ini lintas timur jalannya tidak sebaik yang ku kira , kemacetan terjadi saat perbaikan jalan tersebut, lubang menganga dan genangan becek bekas air hujan membuat banyak mobil yang masuk ke dalam lubang, walau tidak dalam tetapi cukup menggangu perjalanan. Menembus pekatnya malam kendaraan kamipun terus meluncur mencengkram hitamnya aspal lintas timur, walaupun jalanan yang kebanyakan berlubang dan berair.

Saat berhenti di rumah makan Pagi Sore Teluk Gelam, dan saat di cek lampu sen mobil BMW kawan tersebut sudah menggantung sebelah, mungkin karena jalan yang di lintasi kurang bagus tadi, padahal kendaraan tersebut baru saja di service di Jakarta beberapa hari yang lalu.

Setelah beristirhat tidak terlalu lama kamipun melanjutkan perjalanan kembali, jam di tanganku sudah menunjukan pukul 4 pagi hari, kami mendapatkan informasi kalau ruas jalan Indralaya Palembang macet total akhirnya kamipun memutar melalui jalan ke desa Jejawi yang lumayan sepi, kiri kanan banyak terlihat sungai dan rawa. Pukul 6:30 akhirnya kamipun sampai di kota ini lumayan capek tetapi tugas ini selesai.

You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey