3 Hari Di Kota Lahat, Silaturahmi Di Acara Pernikahaan Part 1


Hari Jumat ini kami sekluarga sudah menunggu di salah satu loket travel di jalan kolonel Atmo  ini dengan tujuan kota Lahat, ticket yang sudah ku pesan beberapa hari yang lalu untuk keberangkatan hari ini, 3 kursi tengah dengan harga 100 ribu perkursi travel innova ini pun yang akan mengantar kami ke kota Lahat. 

Acara akad nikaha sepupu ku yang akan di langsungkan esok hari, sedangkan resepsinya akan di langsungkan pada hari Minggunya dimana ibunya mempelai permpuan adalah adik kandung dari ayahku, Ayah tidak bisa lagi mudik begitu pesan ibu kepada kami sehingga kami yang di utus untuk menghadiri acara pernikahan ini, Wawak Akbar, Tante Sari dan Om Pit juga akan berangkat dengan menggunakan kereta api.

Aku terbiasa menggunakan tervel saat tugas dinas ke Lahat karena kepraktisannya bisa antar di tempat karena untuk urusan transporatasi di Lahat bisa di bilang cukup sulit, cuma ada ojek yang bisa mengantar kita itupun harganya ku rasa cukup mahal.

Saat di perjalanan
Tepat pukul 8 travel ini mulai berjalan menjemput beberapa penumpang, dan salah satu penumpangnya adalah teman sekantorku dulu yang sekarang membuka usaha sendiri di seputaran kantor keuangan kota Lahat.

Aku pernah berjanji jika ke Lahat saat makan di tahu sumedang renyah membelikan anak-anak kue-kue dan juga menunjukan bukit selero/ bukit jempol/ bukit telunjuk, karena selama ini mereka hanya mendengar dariku mengenai bukit tersebut dan juga oleh-oleh yang selalu kubawa saat dinas ke lahat yang selalu menjadi pertanyaannya.


Akhirnya travel ini berhenti di rumah makan tahu sumedang renyah di Prabumulih, kakak dan ayah memesan nasi goreng, adek memesan mie goreng, bunda memesan siomay. Kami sempat memesan 2 porsi tahu sumedang yang sudah di idam-idamkan kakak dan adek, mereka makan dengan lahapnya sampai sampai si supir travel mengingatkan kami saat keberangkatan.

Perjalanan pun di lanjutkan, adek dan kakak banyak bersenda gurau, cemilan pun habis di makan walaupun di bagian belakang ada anak yang mabuk perjalanan tidak berpengaruh bagi mereka, untung anak-anak sudah terbiasa berjalan jauh. Setelah beberapa lama akhirnya kantuk mereka pun datang mereka tertidur dan ku bangunka saat melintasi kawasan merapi, karena bukit selero sudah tampak di depan mata.

"bangun kak.. dek , itu bukitnya " kataku ke kakak dan adek
Sambil mengusap matanya "oh,,, itu yah" jawabnya seperti orang yang tidak bersemangat.
 Tapi bagimana lagi, memang meraka pada ngantuk


Pukul 2 siang akhirnya kami pun tiba di kota Lahat, supir travelpun langsung mengantar kami ke rumah bibiku, setelah bersilaturahim sebentar dan bercengkerama pada sore harinya kamipun di antar ke hotel Calista   yang tidak terlalu jauh dari kediaman bibi ku, dan juga tidak terlalu jauh dari kantor ku yang berada di Lahat yang terletak di seberang jalan saja.

You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey