Gudeg Pengobat Rindu & Perjalanan Ke Sumatera Yang Menyiksaku

Di kantin stasiun gambir
Sabtu, 09 Februari 2019 (Hari ke-7)

Setelah check out dari hotel maka kami order Taxi online untuk menuju pool damri di stasiun Gambir. jalan pun tidak terlalu macet mungkin karena hari Sabtu dimana sebagian dari pekerja sudah pada libur semua.

Sesampai di kawasan pool damri gambir tak lama kemudian kami menuju ke kantin, datuk lebih fokus kepada kepulan asap rokoknya dan Nyai bilang sudah sarapan saat di hotel tadi, kantin yang terletak di ujung ruang stasiun gambir lumayan nyaman untuk tempat makan, banyak variasi makanan yang bisa di pesan di sini. 

Kakak pesan batagor, Adek pesan mie ayam berdua dengan bunda dan saya sendiri pesan nasi gudeg. lama tidak merasa masakan khas kota pelajar ini, nasi yang di campur dengan gudeg, telur dan juga krecek, serta  sambal tempe menjadi sarapan kita hari ini.

"Manis ... ya" kata bunda saat mencoba nasi gudeg tersebut, karena bunda memang bukan penyuka makanan manis maklum masih ori lidah sumatera. 
"iya,... seperti inilah nasi gudeg" jawabku

Sambil menyuap nasi gudeg kedalam mulut, terbersit di hati next time Jogja menjadi tujuan liburan keluarga kecil ku saat Ayuk sudah selesai belajarnya dari pondok pesantren. 

It's Economy Trip

Bus Damri Bisnis class tujuan tanjung karang
Tepat pukul 10 pagi bus damri bergerak menuju merak, bus yang memiliki seat 40 di ruangan ber-AC dan 3 di ruang merokok, dan di lengkapi dengan toilet ini. Jarak kursi yang lumayan sempit membuat posisi duduk harus benar di atur biar tidak mengganggu penumpang yang lain, mungkin sesuai dengan harga 160 ribu bisa sampai ke tanjung karang. 

Dengan waktu tempuh 2 jam lebih bus sudah mencapai pelabuhan Merak, dan setengah jam berikutnya bus sudah berada di atas ferry catylin. 

"Naik ke ruang ekonomi saja " Datuk bilang

Kamipun bergerak ke lantai 3, ternyata di ruang ekonomi ini lebih nyaman ketimbang kapal yang kami tumpangi saat keberangkatan kemarin. terdapat musolah, kemu musolah dan juga ada orgen tunggal yang bermain di kelas ekonomi. Kamipun makan siang di sini, memang bukan kelas pake AC tapi keluarga cukup menikmati, apalagi Adek bisa berlari kesana kemari. datuk pun sempat menyuanyikan lagu di iringi tabuhan orgen tunggal tersebut. 

Sekitar 30 menit lagi kapal akan bersandar ke pelabuhan Bakauheni terasa badanku tidak enak. "Bun.... Badan ayah rasa mau demam" Kataku kepada bunda

"Pakai jaket nya yah" Setelah bunda selesai mengoleskan freshcare ke kepala dan badanku. 

Bersin semakin menjadi begitupun batuk yang saling sahut bersahutan, membuat badan semakin meriang. 

Sepanjang perjalan di bus Damri batuk ini terus menyiksa sampai terasa sakit di rongga dada ini, kurang lebih 3 jam perjalanan akhirnya kamipun minta berhenti di central Plaza/matahari karena lebih dekat dengan penginapan kami di Jl. Raden Intan.

You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey