12 Ulu Di Tepian Sungai Musi, Silaturahmi Keluarga


Perjalanan selanjutnya kami menuju ke tempat salah satu keluarga dari datuk  di kawasan 12 Ulu Palembang, yang mana rumah beliau berada tepat di pinggiran sungai musi yang hanya di batasi dengan pagar besi yang di buat oleh pemerintah kota Palembang, dengan tujuan untuk "mempercantik" kawasan tersebut biar tidak terkesan kumuh.

Ayuk dengan Background pondok Pesantren
Sampai di tujuan matahari sedang bersinar tepat di atas kepala, kamipun harus berjalan lagi menuju rumah setelah memarkirkan mobil tidak jauh dari pondok pesanteren tempat ayuk pernah belajar.  

Yang tahun ini merupakan tahun terakhir ayuk mengenyam pendidikan di pondok tersebut, karena sejak di umumkan lulus dari pondok tersebut ayukpun harus meninggalkan pondok tersebut karena melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi.Sejak 3 tahun yang lalu ayuk menimba ilmu agama dan ilmu umumnya di sini, sehingga kamipun sebenarnya tidak heran lagi dengan kawasan ini.

Sesampai di rumah "Bicik" (keluarga datuk yang kami kunjungi), tapi yang namanya anak-anak langsung menuju sungai musi yang kebetulan sedang surut, tanpa kegagahan dari jembatan Ampera dan jembatan musi 4 yang jelas terlihat dari kawasan 12 ulu ini, adek dan sepupunya si luthfi juga langsung menuju ke pagar yang membatasi sungai musi tersebut, terlihat kapal- kapal kayu lagi bersanda. Begitu juga perahu ketek yang lagi bersandar sembari menunggu penumpang.

Adek & Om Luthfi
Tidak terlalu lama kami berdiri di sini karena panasnya yang sudah sangat menyengat, kamipun kembali ke tempat "Bicik", dan alhamdulilah nya minuman sirop dengan es batu ada di rumah beliau, bener-bener obat haus.

Jembatan Musi 4 di shoot dari kawasan 12 ulu

You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey