2,5 Jam di Atas Selat Sunda


Setelah mendapat izin masuk di kapal ferry, sang pemanahpun mulai masuk ke dalam lambung kapal, kamipun turun dan langsung mencari tempat, ternyata di sini hanya ada kursi bukan tempat tidur seperti KMP. Banten yang pernah kami naiki sebelumnya.

Di sini sempat melihat para perenang yang minta di lempar uang koin yang berenang cukup dekat dengan badan kapal, ada beberapa penumpang yang ikut melemparkan koin, ada pula yang hanya menjadi penonton dan memvideokan atraksi anak-anak tersebut.

Akhirnya kamipun naik kembali ke lantai berikutnya yang merupakan ruang ekonomi yang masih kosong, tapi jika di perhatikan ruang ekonomi kapal ini lumayan tertutup, di bandingkan pada saat penyeberangan bulan Februari 2019, kamipun langsung duduk di salah satu kursi, dan mengeluarkan bekal yang kami beli di rumah makan menanti raya tadi, tetapi karena ada penjual popmie di  kapal ini, akhirnya "trio musketeer" minta di beliin popmie dan sekalian ayuk untuk charge hp nya yang sudah lowbat.

Suasana di ruang ekonomi
Ada yang unik saat di kapal ini , salah satu awak kapal yang menyuruh seluruh orang masuk dan menerangkan tentang penggunaan jaket keselamatan secara kocak, membuat banyak penumpang yang terbahak-bahak, ruangan yang tadinya sepi mulai terisi dan ramai.

Tetapi setelah menjelaskan masalah penggunaan jaket keselamatan ini, mereka meneruskan celotehan mereka di mana mereka kerjasama dengan pedagang keliling dalam menawarkan dagangannya, selama 2 jam tersebut ada beberapa dagangan yang mereka tawarkan dari minyak gandapura, peci, buff, salep obat kulit, sampai topi kupluk. Mereka melakukan presentasi dengan cara yang kocak sehingga banyak juga barang dagangan mereka yang laku terjual,termasuk adek yang membeli peci yang di gunakan untuk sekolahnya.

Di buritan kapal sebelum turun ke parkiran bus
Kapal bergerak dengan pasti, deburan ombak terasa sekali-kali menghantam dinding kapal, angin yang meniup kencang di padu dengan sengatan matahari yang mulai menyengat badan, pada saat kapal hampir mendekati pelabuhan bakahuni, Lampung kamipun bergerak ke buritan kapal, sekalian berswa foto di buritan kapal ini.

Adek memakai peci yang di beli di ruangan tadi

You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey