Borobudur, Setetes Anugerah Dari Surga

Di Puncak Borobudur
Kamis, 15 Agustus 2019 ( Hari Ke 3 )

"Jemput nya di mana mas ?" saat wa dari driver Shika Trans Tour masuk ke HP ku
"Di depan kresna Guest House Jl. Pasar Kembang pukul 07:30 Mas" kubalas wa nya
"Ok Mas" wa nya masuk lagi ke hp ku

Padahal kami masih di kereta, pada tanggal 14 Agustus 2019 karena kurang bagusnya signal, beberapa kali si driver menelpon tapi setelah berbicara beberapa saat terputus, yang akhirnya saya tahu kalau nama drivernya adalah Mas Nugroho setelah pihak Shika Trans Tour melakukan konfirmasi. 

Paket wisata ini saya dapat setelah membaca artikel di www.yogyes.com yang berisi tentang informasi seputar yogya seperti kuliner, tempat wisata, rental mobil/motor, hotel/ penginapan, paket wisata dan  lainnya yang komplit abis.

Pukul 5:30 anak-anak sudah pada bangun, mandi  dan bersiap-siap, karena janji dengan drivernya hari ini pada pukul 07:30 pagi, setelah semua mandi akupun mengambil sarapan di resepsionis yang ternyata akan di antar ke kamar + teh hangat, kami semua sarapan tapi adek sarapannya sedikit sekali, akupun khawati kalau dia masuk angin.

Tepat pukul 07:30 mas Nugroho nya telpon ;
"mas Saya sudah ada di depan Kresna Guest Houes" kata mas Nugroho 
"Iya mas.. ini baru mau keluar penginapan" jawabku

Bunda membawa air mineral dan makanan ringan untuk bekal anak-anak di jalan, Hp, power bank  dan Kamera sudah di full charge, tongsis dan topi gunung jangan sampai ketinggalan karena sinar matahari yang  lumayan panas.

Setelah bertemu di depan kresna guest house, kamipun meluncur ke arah magelang ; "Ini rutenya mau kemana saja mas ?" tanya drivernya

Aku ceritakan rute paketnya dari phutuk stumbu/Bukit Brade, Gereja Ayam, Candi Borobudur, Candi Pawon, Candi mendut, Candi prambanan dan candi palaosan yang memang rutenya tidak berjauhan antara satu yang lain kecuali dari Candi Borobudur ke Candi Prambanan.

Berfoto di salah satu relift di Candi Borobudur
"Kalau phutuk stumbu itu bagusnya hanya untuk sunrise mas,... kalau jam segini sudah nggak ada apa-apanya lagi, tapi kalau mau di antar juga nggak apa-apa... untuk gereja ayam jam segini belum buka, baru buka pukul 9 pagi .... kalau menurut saya lebih baik ke candi Borobudur atau candi Prambanan terlebih dahulu karena sudah buka"jelas Mas Nugroho

"Gitu ya mas...... kita ke candi Borobudur saja dulu mas" jawabku

Perjalanan lumayan panjang dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam, selama perjalanan ini adek azam mengeluh kepalanya pusing dan perutnya mual, beberapa kali dia merengek ke bunda, setelah ku pikir mungkin karena sarapan nya sedikit, akhirnya bunda yang terus menenangkan adek. Karena  selama ini adek belum pernah mabuk kendaraan baik darat, kereta api ataupun kapal laut.

Kurang lebih pukul 9 pagi kamipun sampai di areal parkiran Candi Borobudur.
"Mas... ini pintu masuknya , itu loket ticketnya, nanti kalau sudah selesai mas telpon saya saja" kata mas Nugroho sambil menunjuk loket ticket masuk candi Borobudur.
"Ok Mas, terima kasih....." Jawabku


Di gerbang masuk tulisan Borobudur terpampang besar yang menjadi spot foto bagi yang melalui gerbang tersebut, anak-anak pun menyempatkan diri berfoto di sana, selanjutnya langsung menuju loket ticket di mana harga saat ini untuk turis lokal dewasa Rp. 40.000,-/ orang dan anak-anak Rp.20.000,-/orang, saat ayah membeli ticket bunda memberikan pijatan kepada adek dan minyak kayu putih di perut, di punggung, dada dan kepala adek sambil di pijat.

Dan setelah di paksa dan di janjikan akan di belikan mainan, adek pun semangat lagi, saat melewati gerbang ticket yang harus di taping satu persatu biar bisa masuk, tapi bunda terhambat karena tas  yang di bawa bunda juga ikut di periksa karena larangan tidak boleh membawa makanan, untungnya mas Nugroho sudah memperingatkan kami  sebelum masuk tadi.


Berjalan kurang lebih 200 Meter, menuju candi dan harus kuat juga untuk berjalan menanjak ke atas, jika naik kereta taman akan di kenakan tarif 10 ribu/orang, kereta tayo 15 ribu/orang, andong 75 ribu per rombongan.

Dan bersyukur pada hari ini matahari tidak bersinar terlalu terik bisa di bilang agak mendung, jadi panasnya belum berasa banget, penjual topi dan payung yang ada di pelataran pintu masuk tadi juga kami tolak.

Berdecak kagum dengan menggaungkan nama-Nya saat bunda pertama kali melihat secara langsung candi yang menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia ini. 

Adek on action
Candi borobudur yang merupakan peninggalan Budha terbesar di dunia yang di bangun antara 780-840 Masehi oleh dinasti Sailendra yang merupakan dinasti yang berkuasa pada masa itu. Di temukan oleh pasukan Inggirs di bawah pimpinan Sir Thomas Stanford Raffles pada tahun 1814 dan terbuka/dibersihkan seluruhnya pada tahun 1935    .

Candi yang di bangun dengan gaya mandala ini di bangun sebagai tempat pemujaan dan ziarah, di penuhi dengan relief yang berisi tuntuan agar manusia menjauhkan diri dari nafsu dunia serta menuju pencerahan menurut Buddha.

Sebagai perlambang dan cerminan alam semesta dalam kepercayaan Buddha dengan struktur bangunan ini berbentuk kotak dengan empat pintu masuk dan titik pusat berbentuk lingkaran. Yang bermakna alam Nirwana di terletak di bagian pusat. Di zona pertama adalah Kamadhatu alam dunia yang terlihat dan sedang dialami oleh manusia sekarang, di zona ke dua adalah Rupadhatu alam peralihan, dimana manusia telah dibebaskan dari urusan dunia,  dan di zona terakhir adalah  Arupadhatu alam tertinggi, rumah Tuhan. 

Entah apa nama pose foto kakak ini



Kamipun mulai menaiki dan keliling di setiap lantai dari candi Borobudur ini, kebesaran & kuasa tuhan sangat terlihat di sini, susunan dan tumpukan batu-batu besar yang entah di rekatkan mengunakan apa hingga bisa kuat dan bertahan selama ini, seni ukiran relief yang sedemikian rupa yang banyak mengandung ajaran hidup. Kami berkeliling dari tiap lantai hingga sampai ke stupa yang paling besar yang terletak pada posisi paling atas.

Allah maha agung yang memberikan setetes anugrah dari surga berupa megahnya bangunan peninggalan masa lampau ini, walaupun ada satu buku yang pernah saya baca "Borobudur & Peninggalan Nabi Sulaiman" oleh KH. Fahmi Basya, yang juga Ahli matematika Islam ini meyakini bahwa Borobudur sangat terkait erat dengan sejarah Nabi Sulaiman. 

Seperti di tuliskan di dalambuku ini bahwa ada 40 bukti eksak bahwa candi borobudur adalah peninggalan Ratu Saba’, salah satu bukti paling kuat dan belum bisa dibantah adalah ditemukannya surat dari Nabi Sulaiman bertuliskan “Bismilllahirrahmanirrahim” di atas sebuah plat emas di dalam kolam pemandian Ratu Saba’ (Ratu Boko) di daerah Sleman, Yogyakarta.




Di antara banyaknya sejarah tentang candi Borobudur ini, sesungguhnya candi ini merupakan salah satu anugerah terbesar kepada negeri ini, setetes anugrah yang di turunkan dari surga untuk terus mengingat kebesaran dan keagungan Nya. 

Hampir 2,5 Jam kami berkeliling di seputar candi Borobudur ini, penat kakipun sudah tidak di rasa lagi, sempat juga saat keluar melihat ke kandang gajah dan rusa, terus menuju pasar suvenir dan oleh-oleh yang terletak di alur pintu keluar candi borobudur.








You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey