Bus Patas, Mie Ayam Bakso & Bak Pao Terminal Sukun


"Kita langsung saja ke terminal sukun pak, mumpung masih siang" kataku ke pak Ratno
"Siap Mas, mau lewat jalan biasa atau via tol saja mas ?" tanya Pak Ratno balik
"Via tol juga boleh pak"kataku singkat

Kalau di lihat dari google map jarak antara Masjid Agung Jawa Tengah dan terminal sukun kurang lebih di tempuh 23 menit via tol, saat memasuki tol Gayamsari yang bertarif 5 ribu itu, mobil melaju kencang.

Akhirnya rasa kantuk datang mendera, dan mungkin di pertengahan jalan akupun tertidur dan saat terbangun kulihat jam di tangan ku menunjukan pukul 13:15, berati tidak lama lagi kami sampai di terminal sukun, dan benar pak di depan terlihat jajaran bis yang berwarna-warni dengan orang yang berteriak-teriak memberi tahu tujuan bis tersebut.


Setelah sampai ku bangunkan anak-anak yang juga sudah pada tidur, setelah semua turun dan mengucapkan terima kasih kepada pak Ratno, kamipun menuju loket bus yang berlogo pemanah dengan warna ungu.

"ke Yogyakarta harganya ticket 50 ribu perorang mas" kata mbak yang jaga di loket bus patas ramayana tersebut. Aku pun membeli 5 ticket bus ini untuk kepulangan kami.

"Mbak, bisa titip barang, mau makan dulu ?" tanyaku
"Silahkan Mas, di taruh saja" kata mbak penjaga loketnya

Kulepaskan ransel yang lumayan berat dan beberapa belanjaan dari Solo ataupun Semarang yang masih di kantong kresek. Ransel yang selama 2 hari ini dengan setia berada di punggung ku terus sebagai tempat perlengkapan kami.

Kondisi dalam bus patas AC Ramayana Semarang - Yogyakarta
Akhirnya kami bergeser sekitar 2 blok  dari tempat pembelian ticket tadi ada warung makan yang menjual bakso, mie ayam dan nasi, saat penjual baksonya bertanya.

"Mau makan apa ?" tanyaku kepada semua

Masih pada bingung, mungkin masih "carlag" saat perjalanan dari Masjid Agung Jawa Tengah  ke terminal sukun ini.

"Saya pesen bakso saja mbak, minumnya es tawar saja" kataku

Akhirnya bunda mulai berbicara, di ikuti lainnya
"Mie ayam 3, bakso 1 dan es teh manis 3, es tawarnya 1 "kata bunda
"Nggih mbak" kata penjual bakso tersebut

Tidak terlalu lama bakso dan mie ayam tersebut sudah tersaji di meja kami, karena memang makan siangnya sudah kesiangan akhirnya bakso dan mie ayam tersebut habis dengan cepat, hanya kakak makannya masih bersisa.

Selesai makan, bersiap-siap ada yang ke toilet umum, ada yang masih minum esnya. Panggilan dari petugas loket agar penumpang bus patas Ramayana ini segera menaiki bus, segera membuat kami bergegas untuk naik, setelah ransel dan beberapa barang yang kumasukan ke bagasi, maka kami pun segera naik ke atas, ternyata untuk bus patas ini untuk memilih tempat duduk bebas alias tanpa nomor tempat duduk.

Bunda & adek duduk berdua di sebelah kanan. kakak & ayuk berdua di sebelah kiri sedangkan ayah sendirian, tepat pukul 14:00 mobil berangkat walaupun penumpang tidak penuh, sekitar 5 menit berjalan dan bus stop lagi , beberapa penumpang naik, dan naik juga para pedagang asongan, salah satunya penjual bak pao.


"Beli yah , bak pao kayaknya enak yah"kata ayuk
"Lah.. kan barusan sudah makan yuk"kata ku
"Untuk cemilan di jalan"katanya lagi
"hhahha..... perut sudah kenyang masih saja minta makan" gerutu ku dalam hati.

Akhirnya kami membeli 3 buah bak pao, 2 yang isi daging ayam dan 1 yang rasa coklat, dengan harga 5 ribu per biji, tetapi setelah di cicip yang rasa ayam justru nggak suka karena manis seperti rasa selai.

Bus terus berjalan, di beberapa terminal bus berhenti sejenak sekedar untuk laporan, sopir bus membawa bus dengan rapi sehingga kami penumpang di dalam ini merasa nyaman dan aman tidak merasa kalau bus tersebut terlalu ngebut atau tidak.

Akan butuh waktu 3 jam untuk akhirnya bus akan sampai ke terminal Jombor, Yogyakarta. Anak-anak dan bunda pun tertidur selama perjalanan, membuat suasana tanpa hening, akupun ikut tertidur, dan saat terbangun kulihat tulisan di papan nama tersebut "Sleman", ternyata lama juga aku dan keluarga tertidur di bus ini, semuanya ku bangunkan karena tidak lama lagi terminal Jombor akan menyambut kami.

Ayah & Ayuk

Lokasi Terminal Sukun :

You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey