Yogyakarta Setelah 19 Tahun Berlalu

Pose di depan Loko Cafe
Kalau ingin naik taxi online naiknya di luar arah fly over lempuyangan, itu kalimat yang ku baca saat di kereta di sebuah artikel online, sehingga saat turun kereta api sudah langsung banyak tawaran angkutan dari taxi omprengan, ojek, rental motor/mobil, dan becak. Tapi berbekal tulisan tadi aku mulai membuka aplikasi taxi online yang bisa mengantarku ke penginapan di kawasan sosrowijayan.

Mulailah ku jalankan aplikasi online tersebut dan tak lama langsung masuk data drivernya dan data plat kendaraan, yang membuat ku bingun yang tercantum di sana adalah BG bukan AB, dalam hati ku bertanya ini masih di Palembang atau sudah di Yogyakarta. 

Telpon ku pun berbunyi
"Halo... dengan mas dodi dari Go**r, posisi masnya di mana ?" tanya drivernya
"Iya mas, ini di pintu keluar yang banyak motornya" jawabku
"Ok mas, mas langsung saja jalan ke kiri sedikit ke arah fly over"jelas drivernya
"Ok mas" jawabku

Koper yang tadinya di tarik oleh kakak, kuambil alih, ku beri isyarat agar yang lain mengikuti ku, bunda yang menuntun adek juga bergegas berjalan, tidak kupedulikan lagi suara-suara yang menawarkan angkutan yang lain. Sekitar semenit kemudian kamipun sampai di lokasi taxi online nya, saya perhatikan platnya ternyata memang plat Sumatera Selatan.

"Ini mobil anak Palembang yang kuliah di sini, tapi sudah di jual karena butuh dana"jelas driver taxi online tersebut saat aku bertanya tentang platnya.
"Kalau butuh kendaraan mas untuk keliling-keliling bisa hubungi saya, masalah harga bisa di nego"kata mas drivernya lagi
"Iya Mas"jawabku singkat

Angkringan Lik Man
Tidak sampai 15 menit taxi online ini sudah sampai mengantar kami ke penginapan, kami langsung check in, mandi, sholat dan keluar lagi untuk mencari makan malam. tujuan kami malam ini sesuai dengan itenerary yaitu makan di angkringan dan kopi joss lik Man yang terletak Jl.Wongsodirjan, Sosromenduran, di seputar kawasan stasiun tugu.

Kopi Joss Lik Man
Pada saat sampai ke sana suasana ramai sudah menyapa kami, hingga tersisa tempat di meja saja karena kebetulan saat kami datang merekapun selesai, 2 kopi hitam Joss dan 2 kopi susu Jos kami pesan malam itu termasuk nasi kucing bersama beberapa tusuk sate dan gorengan yang menjadi menu makan  malam kali ini.

Lokasi Angkiringa Kopi Joss Lik Man

"Aduh panas......" ayuk setengah menjerit saat menghirup kopi yang masih ada bara nya, beberapa pasang mata memandang bingung kepada ayuk

"Hati-hati yuk... tunggu dingin dulu atau bara nya di keluarkan dulu " kataku kepada ayuk, sambil nyengir ayuk memagang mulutnya yang masih terasa panas.

Makan malam dan kopi malam ini terasa nikmat sekali mungkin karena kami memang sedang kelaparan , atau mungkin suasana angkringannya yang membuat kita menjadi tambah semangat untuk makan.

Angkringan ini recomended bagi yang suka nongkrong malam, selain kopi joss nya oke, rasa makanannya pun mantab.

Di taman stasiun tugu
Saat berpose kebetulan kereta melintas
Setelah selesai makan kami lanjutkan untuk mengambil foto di beberapa titik di kota ini, mulai dari pintu masuk timur stasiun tugu dengan tulisan Yogyakarta yang bersar, berlatar wayang para punakawan. Setelah puas berfoto di sana, kamipun melanjutkan ke tugu pal putih dengan waktu tempuh hanya +\- 9 menit berjalan kaki dari pintu masuk timur stasiun tugu.


Kota ini memang tidak pernah sepi sepanjang jalan menuju tugu pal putih kami banyak bertemu dengan wisatawan lokal dan bule yang lalu lalang sepanjang jalan yang kami lalui. Saat sampai di tugu pal putih kebetulan ada cosply yang memakai seragam wayang jawa, jadi kami menyempatkan berfoto dengan mereka.

Dengan menggunakan kamera yang ku bawa mereka mengarahkan gaya yang harus kami lakukan, sampe kami bingung sendiri, dengan tarif 15 ribu Rupiah, lebih dari 20 bidikan foto yang tertangkap lensa kameraku.

Berpoto dengan Cosply Yogyakarta di Tugu Pal Putih Yogyakarta
Setelah puas berfoto di kawasan tugu pal putih kamipun kembali lagi ke arah simpang empat jalan Malioboro & jalan Pasar Kembang yang merupakan salah satu spot foto favorit yaitu papan nama Jalan Malioboro yang terletak  tepat di persimpangan tersebut, kamipun harus antri untuk mengambil foto di kawasan ini karena banyak juga pengunjung lain yang ingin berfoto juga.

Belum ke Jogja kalau belum berfoto di sini
Adek pun ternyata tidak mau kalah melihat adanya kuda yang merupakan andong wisata dia pun berkata ;
"yah, naik kuda" sambil menunjuk ke arah andong
"Tidak malam ini dek ya... kita istirahat dulu.. besok mau jalan lagi, malam ini adek foto saja dulu sama kudanya"kata ku

Adek nggak menjawab tetapi mukanya tampak kecewa, tapi mau bagaimana karena kita baru sampai dan besok ada perjalanan lain, prioritas utama saat ini adalah istirahat.

Setelah 19 tahun tidak bersua, kemajuan Yogyakarta meningkat pesat, fasilitas penunjang wisatanya pun bertambah, para pedagang semakin ramai, angkringan pun bertambah serta keindahan kota ini tidak hilang sama sekali, tetapi ada yang tidak berubah yaitu karakter masyarakatnya yang ramah dan santun.

"Yogyakarta terbuat dari rindu, kangen dan angkringan" yang membuat aku selalu kangen. 

Adek berfoto di samping andong wisata

You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey