Mencari Roro Jongrang di Antara Candi & Reruntuhan Prambanan

Roro Jonggrang & Bandung Bondowoso versi Dhinisa Journey..... jangan ada yang komentar...
"Kisah ini diawali dengan kekalahan Prabu Damarmoyo oleh Prabu Boko ayahanda Putri Roro Jonggrang. Dengan kekalahan itu berceritalah dia pada anaknya Bandung. Bandung yang sangat marah akhirnya menantang perang Prabu Boko dan mengalahkannya. Pada saat itu pula Bandung melihat Roro Jonggrang, seorang putri raja yang cantik jelita dan jatuh cinta kepadanya. Namun saat Roro Jonggrang tahu bahwa Bandung adalah pembunuh ayahnya, maka Roro Jonggrang punya niat licik untuk mempermainkan Bandung dengan cara meminta membangun 1000 candi jika ingin meminangnya, Dari sinilah petaka muncul, Bandung yang dibantu Bondowoso dan prajurit setan gagal membangun 1000 candi. Karena kelicikan dan tipu muslihat ini akhirnya Bandung Bondowoso mengutuk Jonggrang menjadi Arca sebagai penggenapan jumlah 1000 candi." borobudurpark.com


Itulah sekelumit dari cerita legenda rakyat yang sangat merakyat tentang terbentuknya candi Roro Jongrang atau candi Prambanan ini, sebenarnya ini bukan kali pertama saya ke sini pernah sebelumnya juga berkunjung ke sini, tetapi baru kali ini memikirikan apakah si roro jongrang itu arcanya memang ada di salah satu candi ini  atau hanya sekedar mitos belaka ?

Kami pun tiba di gerbang pintu masuk komplek candi prambanan,
"Mas... nanti saya turunkan di sini, itu loket ticketnya ... saya nanti tunggu di parkiran dekat pintu keluar" jelas Mas Nugroho
"Iya.. mas, terima kasih" jawabku

Harus antri & gantian untuk berfoto di spot ini
Kamipun tidak langsung menuju loket ticket tetapi menuju ke tulisan prambanan yang terletak tepat berada di tempat kami di turunkan oleh mas Nugroho tadi, setelah beberapa kali melakukan swa foto di sana kamipun langsung  menuju loket pembelian ticket, ticket yang di tetapkan untuk masuk di kawasan candi Prambanan ini sama seperti yang di tetapkan saat masuk di kawasan candi Borobudur, yaitu 40 ribu untuk dewasa dan 20 ribu untuk anak-anak.

Menuju ke candi banyak spot foto yang di siapkan oleh pengelolah, walaupun harus antri dan bergantian, ada yang berfoto dengan background candi, ada spot foto kursi taman dan lain sebagainnya, beberapa kali kamera kami membidik foto di tempat ini dengan beragam gaya ala kami. Dimana terlihat juga dari kejahuan oleh kami reuntuhan candi yang di biarkan tergeletak di kawasan candi prambanan ini akibat gempa besar tahu 2006 yang lalu. 

Akhirnya setelah sampai di komplek candi prambanan kami kangsung menaiki candi yang paling besar di kawasan ini yaitu candi siwa, candi yang memiliki 4 bilik di mana setiap bilik ini memiliki 1 arca, yaitu Arca Siwa Mahadewa, Arca Resi Agastya sebagai Siwa Mahaguru, Arca Durga Mahisasuramardini yang di percaya sebagai (arca roro jongrang) dan Arca Ganesha. Tangga candi yang lumayan curam harus membuat kita extra hati-hati, karena jika terpeleset bisa celaka jadinya, 


Di areal halaman pusat Candi Prambanan ada 16 candi, yaitu Candi Siwa , Candi Brahma , Candi Wisnu  yang di  kelilingi oleh candi-candi tunggangannya yaitu : Candi Nandi , Candi Angsa  & Candi Garuda, dan ada beberapa candi kecil lainnya yaitu Candi Apit, 2 buah, Candi Kelir, 4 buah & Candi Sudut, 4 buah.

Candi Prambanan dibangun pada paruh kedua abad ke-9 atau permulaan abad ke-10 sebagai persembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu: Brahma, Wishnu, dan Siwa. Karena arca Durga berada di candi induk, kompleks Candi Prambanan biasa disebut Candi Loro Jonggrang. Pemugaran kali pertama dilakukan oleh arsitek muda, De Haan. Selain terkendala pemotongan anggaran, tragisnya dia meninggal pada 1930. Penggantinya, Van Romondt juga terhambat oleh pembatasan anggaran. Pemugaran tertunda karena pecah Perang Dunia II disusul perang kemerdekaan Indonesia. Pemugaran candi induk, yaitu candi Siwa, di mana arca Durga atau Loro Jonggrang berada, yang dimulai pada 1918 baru tuntas pada 1953 dan diresmikan Presiden Sukarno.


Jadi di manakah Roro Jongrang tersebut berada apakah ?, apakah Roro jongrang adalah Durga Mahisasuramardini yang merupakah si penakluk kerbau raksasa, atau hanya sekedar legenda Bandung Bodowoso yang tesebar dari mulut kemulut sebagai pemanis cerita suatu tempat, entahlah tetapi yang pasti saya tidak menemukan kaitan antara arca di komplek candi prambanan ini dengan cerita roro jongrang yang di gambarkan sebagai sosok perempuan cantik dan semampai. Jadi di manakah si Roro Jongrang ini... biarlah jadi misteri untuk diri ini.

Saat perjalan menuju pintu keluar banyak fasilitas penunjang yang bisa di manfaatkan oleh pengunjung seperti musolah, toilet yang bersih dan tidak di pungut biaya berbeda dengan di kawasan borobudur yang masih memungut biaya untuk urusan toilet, dan sepanjang jalan keluar di kawasan ini terdapat kandang kelinci, kandang ayam dan kambing/domba yang menjadi daya tarik anak-anak.


You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey