Pose In Hotel & Menikmati Solo Di Waktu Malam


Setelah selesai menikmati sate ayam ponorogo pak Mangun, kamipun langsung menuju hotel yang berjarak +\- 350 meter, kamipun langsung check in untuk menginap malam ini, alasan kami memilih hotel ini karena jaraknya sangat dekat dengan stasiun balapan Solo, di mana besok pagi kami akan ke semarang tawang dari stasiun ini pada pukul 5: 20 pagi.

Ternyata fasilitas di hotel yang kami pesan melalui traveloka ini lumayuan lengkap, dengan kamar yang bersih, AC, wifi, tv kabel dan kolam renang walaupun tanpa sarapan dengan harga yang lumayan terjangkau.

Kamipun menempati kamar 325 & 326, di lantai tiga, saat akan menaiki kamar anak-anak melihat kolam renang yang terletak di lantai 2 hotel ini,  

"Yah... itu ada kolam renang, boleh berenang kan ? " tanya kakak
"Iya yah berenang, gerah ini"adek juga ikut merengek
"Sebentar lagi ini kan baru saja masuk kamar,... istirahatlah sebentar"kata bunda menenangkan mereka berdua.

Akhirnya bunda mempersiapkan pakaian ganti adek & kakak termasuk handuknya, ayuk sepertinya enggan untuk berenang mungkin karena malu, akhirnya hanya duduk saja di kursi di pinggir kolam renang tersebut.

Lumayan lama juga adek dan kakak berenang, teriakan mereka sampai ke lantai 3 karena saking senangnya, karena selama ini adek & kakak kalau nginap di hotel selalu yang ada kolam renangnya, itu lah saat di Yogyakarta kemarin request mereka sebenarnya yang ada kolam renangnya tetapi itu semua di batalkan karena terkait dengan biayanya.

Hotel yang terletak di Jl. Monginsidi No.125, Kestalan, Kec. Banjarsari ini sangat cocok untuk wisatawan yang ingin berpergian menggunakan kereta api karena sangat dekat dengan stasiun solo balapan, dan hanya 5 menit ke terminal tirtonadi Solo, selain itu banyak terdapat tempat makan, mini market dan juga ATM.

Toko oleh-oleh  di jalan Gajah Mada
Pada saat malam hari kakak & adek sudah kecapekan renang tadi mereka sudah tertidur setelah sholat magrib, bersama bunda, ayah turun untuk membeli makan malam, di mana kawasan ini untuk makan malam tidak terlalu susah, ada rumah makan sate buntel pak H.kasidi yang tepat di seberang stasiun solo balapan,  di sampingnya ada rumah makan padang pak Haji, saya dan bunda menyelusuri sampai ke perempatan Jalan tarakan tetapi malam itu hampir semua tutup, hanya rumah makan padang pak Haji dan beberapa angkringan yang masih buka.

Akhirnya kami pun putar balik ke arah jalan Gajah Mada yang juga merupakan kawasan kuliner, mata bunda tertuju ke salah satu toko yang ada di pangkal jalan Gajah mada sebagai toko oleh-oleh,'
"Yah.. kita mampir ke toko itu dulu yok "kata bunda

Akupun hanya mengangguk sambil mengikuti bunda menyebrang jalan ke arah toko tersebut, di toko tersebut banyak di jual makanan khas baik dari Solo atau luar kota solo seperti dari brem khas solo yang berbentuk bundar, wedang kuwuh, keripik bayam, bakpia, dan beberapa makanan khas lainnya.

Akhirnya bunda membeli beberapa jenis makanan khas yaitu keripik bayam, brem khas solo, dan wedang kuwuh, selepas itu kamipun melanjutkan pencarian makan malam hari ini, ada rumah makan padang mentari pagi, Rumah makan bandeng mbak mar, Gudeg ayu, Dapur mpok duren solo balapan dan bakso alex.

Nongki di stasiun juice
Bunda yang sudah merasa berjalan kejahuan dan masakan yang di tawarkanpun cendrung memiliki rasa manis akhirnya kembali ke Rumah Makan Padang mentari pagi dan membeli nasi bungkus,  untuk malam ini, menu nasi ikan tenggir dan ayam gule yang menjadi santap malam kami.

Saat jalan balik ke hotel kami sempat nongkrong di sebuah kedai juice yang tidak jauh dari hotel tempat kami menginap untuk memesan juice biar anak-anak tambah sehat & bersemangat, karen besok hari perjalanan ini akan berlanjut di kota Semarang.

You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey