Teriakan Maut Menggema Di Prambanan

Ayuk on action 
Saat menyusuri jalan pulang di kawasan candi Prambanan, maka tampaklah wahana permainan yang di beri label "De Geyong In Prambanan Tample", yaitu menggunakan sepeda di atas seutas kawat baja dengan back ground candi prambanan, dan ada satu lagi permainan di kawasan ini yaitu kursi santai yang di naikan lumayan tinggi sehingga seolah kursi tersebut menjadi ayunan dengan back ground candi prambanan juga.

"Yah... kakak, main sepeda itu yah..... boleh kan ?"rengek kakak 
"Iya .. yah adek juga berani" Kata adek
"Tapi itu tinggi , nanti kalian takut" kata ku
"Ndak ya.... kakak berani"jawab kakak

Akhirnya perjalanan pulang kami pun tertunda sementara, wahana permainan ini tampak menarik bagi kakak dan adek, ayuk yang dari tadi asik dengan hp nya tidak memberi respon apa-apa. Sepeda yang sudah di rancang khusus dengan safety yang cukup ketat memastikan kalau permainan ini aman. Dengan tarif 20 ribu untuk sekali menggunakan sepeda tersebut, dan jika kita menggunakan jasa fotografer dari pihak mereka maka akan di kenakan biaya lagi.

Saat adek di atas sepeda
Kakak dan adek bergegas menuju ke pohon di mana tempat mulai sepedahnya di kayuh, setelah perlengkapan safetynya di pasang dan mulailah mereka mendayung belum setengah jalan meraka berdua pun sudah menjerit histeris.

"Bunda..........ayah.... tarik kebelakang, Bunda.... ayah.... takut"Teriak kakak dan adek ketakutan
"Tarik...yah... tarik.....bunda.... tarik" si kakak berteriak-teriak dan si adek juga berteriak ketakutan

Ayuk  dan beberapa fotografer yang ada di sana hanya bisa tertawa.

kakak yang ketakutan
Tampak muka kakak yang sudah mulai memucat dan menangis dan akhirnya di tariklah oleh petugas yang memasangkan perlengkapan safety nya tersebut.

Sekarang ayuk pun mencoba permainan ini, tampang yang tadinya cengengesan menjadi pucat juga saat sepeda sudah di kayuh ke tengah apalagi saat tangannya di lepas dari stang sepeda atas saran dari fotografer, tapi tidak berteriak-teriak seperti kakak, ayuk lebih berani sedikit.

"Katanya berani.......?"tanyaku ke kakak & adek
"Takut putus yah..." jawab kakak sambil senyum-senyum
"Gemetaran di atas sana" lanjut adek

"Sebenarnya bunda ingin coba loh.... tapi malu"ceplos bunda santai
Mata ku dan anak-anak tertuju pada bunda
"Ayo... sudah pulang, sudah sore"seruku.

Kamipun menyudahi perjalanan hari ini, ada beberapa tempat yang belum bisa di kunjungi karena terbentur masalah waktu yaitu Puthu stumbuk, candi pawon dan candi palaosan, yang mudah-mudahan lain kali bisa berkunjung lagi.

You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey