Tinggal 7, Di Bagian Belakang Semua

Ticket Damri
Tepat pukul 18:15 kereta api Rajabasa S7 yang mengangkut kami dari Palembang ke Tanjung Karang mendarat dengan mulus. Setelah menurunkan seluruh barang termasuk koper, ransel dan tempat makan.

"Nanti ayuk yang bawa kopernya, kakak yang bawa tempat makan dan bunda tuntun adek" Kataku . 
"Nanti ayah akan langsung ke pool damri di samping stasiun ini untuk pesan ticket, semoga masih ada yang tersisa" Kataku lagi.

Saat kereta sudah berhenti dengan sempurna, aku segera turun dengan setengah berlari aku menuju ke pool damri tanjung karang yang tepat berada di sisi kiri stasiun. 


Pool Damri Stasiun Tanjung Karang

"Mbak, kelas bisnis ke gambir masih nggak mbak ?" Tanya ku kepada petugas loket damri yang cukup manis. 

"Ada pak, yang berangkat pukul 10 malam, tinggal 7 kursi lagi pak, itupun semua di belakang, kalau jam lain sudah penuh semua" Jawab petugas loket.

Sesaat kemudian mbak petugas loket membuka aplikasi damri, dan terlihat kalau di aplikasi tersisa nomor kursi belakang semua. 
"Ok mbak, saya pesan lima... No. 25,,29,30 dan 2 lagi kursi paling belakang" Kataku kepada mbak nya.

Setelah selesai membayar kamipun bergegas menuju musolah di samping loket tersebut biar kewajiban ini bisa ditunaikan, perut pun sudah mulai bernyanyi dari tadi untuk segera di isi, semoga nasi goreng di depan loket ini cukup untuk meredahkan teriakan di perut ini sebelum menuju ke gambir. 

Setelah memakan nasi goreng yang menurut anak-anak lumayan pedas, kamipun hanya bisa menunggu, hanya adek yang dari tadi berjalan mondar mandir kadang ada di dalam loket, kadang ke toilet tidak bisa diam. Saat pukul 21:30 malam baru ada panggilan naik ke atas bus dari petugas damri walaupun secara schedule bus akan berangkat pukul 22:00 malam on time. 


AC yang lumayan dingin di atas bus dan pekatnya malam yang di tembus oleh bus 40 seat yang berlevery merah besutan adi putro ini. Hampir seluruh penumpang pada tertidur, di tambah fasilitas selimut yang disediakan pihak damri menambah nyenyak tidur penumpang.

Kurang lebih pukul 1.30 malam bus pun memasuki kapal penyebrangan, dan kebanyakan penumpang hanya berpindah tempat dari bus ke kapal untuk melanjutkan tidur yang terpotong tadi, setelah 2,5 jam mengarungi laut si merah melanjutkan kembali perjalanannya dengan gagah. Tampang lelah dan muka berminyak penumpang terlihat jelas saat bus memasuki kawasan gambir untuk merapat di kandangnya.


Di dalam Bus Damri

Walaupun pihak damri memiliki aplikasi reservasi online tetapi belum bisa di gunakan dengan maksimal berbeda terbalik dengan aplikasi reservasi online milik PT. KAI yang sudah bisa di pakai masyarakat umum. 

Sebenarnya perbaikan aplikasi damri pun terus dilakukan yang di tandai dengan perubahan pada versi aplikasi yg terus berkembang di playstore, sebenarnya untuk resevasi ticket damri sudah bisa di lakukan tetapi sebatas pemberangkatan dari pool damri stasiun gambir tetapi reservasi masih bermasalah jika dilakukan untuk pemberangkatan tempat lain seperti dari pool damri Tanjung Karang, walaupun seperti itu pihak ke 3 (Traveloka) juga ikut menjual ticket bus damri ini untuk pemberangkatan dari kawasan rajabasa dengan tujuan gambir.

Menurut pendapat saya pihak damri masih perlu banyak melakukan perbaikan, dan perlu banyak belajar dari institusi plat merah lainnya yang bertugas sebagai pelayanan angkutan publik, Karena seperti kami para traveler untuk melakukan traveling  salah satunya adalah sangat mengandalkan aplikasi online karena kepraktisan dan kemudahaan. 


Di mana dalam setiap perjalanan saat ini, baik reservasi ticket pesawat, kereta api, bus, hotel ataupun rental mobil di lakukan menggunakan aplikasi online yang praktis dan tidak merepotkan.

Lokasi Loket Bus Damri Stasiun Tanjung Karang :

You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey