Boom-Boom Car IP, Mainan Jadul Yang Tetap Di Rindu

Di Depan arena bom-bom car IP
Siang hari setelah kakak pulang dari mengaji, adekpun menagih janji untuk bermain bom-bom car di Internasional plaza, karena pada minggu sebelumnya adek tidak bisa bermain dikarenakan arena permainannya masih belum di buka. (Baca: IP Mall Modern Pertama Di Palembang ).

"Ayo yah... kita ke IP" rengek adek
"Sebentarlah, tunggu kakak be beres terlebih dahulu" jawabku

Karena memang kakak baru saja pulang, setelah kakak selesai beberes, kamipun meluncur ke internasional plaza yang tidak terlalu jauh, dengan membayar parkiran sebesar 3 ribu per sekali masuk, akupun segera mencari lokasi untuk parkir motor, enaknya untuk parkiran di sini seluruh tempat parkirnya di lengkapi dengan atap jadi tidak kepanasan ataupun kehujanan.

Kamipun memasuki mall yang di resmikan pada tahun 1992 ini, langsung menuju lantai paling atas, dengan adanya eskalator di setiap lantai, memudahkan perjalanan kami. Eskalator IP ini memiliki cerita sendiri bagiku, karena beberapa hari setelah kelulusan kamipun berjalan-jalan ke IP ini sebagai bentuk suka cita kami, teman teman banyak menggunakan sandal ataupun sepatu yang sedang hits saat itu, sedangkan aku sendiri menggunakan sepatu warrior yang nota bene merupakan sepatu yang ku gunakan sebagai sepatu sekolah yang sudah ku injak bagian belakangnya.

Pada saat menaiki eskalator lantai ke satu tidak terjadi apa-apa, tetapi saat menaiki eskalato ke lantai ke dua bagian belakang sepatuku yang sudah lembut tersebut ikut dihisap oleh eskalator tersebut dan untung saja kaki ku tidak ikut masuk ke dalamnya.

Dasar teman-teman geblek, mereka justru tertawa dengan keras melihat kejadian tersebut, dengan  tampang cuek karena hanya menggunakan sepatu sebelah yang menjadi perhatian pengunjung lain sampai akhirnya nasib sepatu warrior tersebut berakhir di tempat sampah saat aku bertemu dengan penjual sendal di mall ini.

Setelah sampai di lantai paling atas masih banyak permainan yang di pajang di sana, tetapi tidak sebanyak saat era tahun 1990-an, ding dong yang dulu merupakan salah satu permainan favorit kamipun sudah tidak tampak lagi gambar di layarnya.

Permainan odong-odong dan mobil-mobilan anak hanya berdiam sepi terlapisi debu, permainan bom-bom car sendiri terletak di arena khusus dengan lantai dari plat besi, dan di bagian atas dengan jaring besi yang bisa mengeluarkan api saat mobil mainan tersebut berjalan. 

Ding dong permainan aku dahulu yang saat ini sudah banyak yang tidak beroperasi lagi
Dengan membeli koin hanya seharga 10 ribu per koin, kakak dan adek pun memilih dan menaiki bom-bom car sendiri-sendir, 4 koin yang sudah ada di tanganku kumasukan satu-satu ke dalam bombom car tersebut, setelah operator permainan membunyikan bel nyaring panjang, yang bertanda permainan ini siap di mainkan.

Adek yang baru pertama kali menyetir sendiri bombom car ini menjadi senang sendiri, karena sebelumnya aku yang menyetir atau bunda sedangkan adek duduk di samping sebagai penumpang, tabrakan dengan mobil kakak pun tidak terhidarkan, kakak langsung saja yang menjerit keras untungnya saat itu hanya mereka berdua yang bermain di arena permainan ini.



Permainan ini tidak hanya ada di IP saja tetapi ada juga di PTC mall, Trans mini studio ataupun yang terbaru di OPI mall Jakabaring, tetapi untuk harga sendiri yang paling murah adalah di IP sendiri, sesuailah dengan fasilitas yang ada, seperti di transmini studio untuk satu kali permainan di hargai 25 ribu yang hampir tidak berbeda jauh dengan mall lainnya.

Senyum bangga adek saat menyudahi permainan ini, bangga karena sudah bisa menyetir sendiri

Berputar, berjalan lurus menjadi kesenangan sendiri bagi kakak dan adek, kurang lebih sekitar 10 menit operator permainan membunyikan bel panjang lagi mengakhiri permainan ini, akupun segera memasukan lagi koin yang ke dua ke masing-masing bombom car tersebut dan adak melanjutkan gaya dan atraksinya mengendalikan bombom car ini, begitupun kakak yang lebih menghindar untuk tabrakan, tetapi permainan ini tabrakan merupakan hal yang di cari dengan karet tebal di sekeliling bombom car yang berfungsi sebagai pengaman kepada penumpang saat terjadi tabrakan.

Akhirnya permainan ini pun berakhir, kamipun segera keluar dari arena, adek dengan senyum bangga dengan dada membusung sedangkan kakak memegangi mulutnya, sebelum beranjak pulang kamipun berkeliling melihat-lihat pakaian yang sedang ada diskon di atrium mall ini.

You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey