Kue Coklat 11 Tahun Kakak Dan 3 Mulut Yang Tidak Sabar

Kuenya sudah tidak  berada di tengah lagi
" Potong-Potong-Potong" teriak Ayuk dan adek saat kue tersebut di angkat oleh kakak

"Nggak hancur kuenya ya bun" tanya ku 
"Nggak yah, hanya bergeser ke sebelah kiri semua " jawab bunda sambil tersenyum

Aku pun bernafas lega, karena kue yang kubeli sepulang dari kantor tadi kukira sudah berantakan karena bergoyang kekiri dan kanan mengikuti irama laju motorku, saat melewati jalan berlubang dan polisi tidur bungkusan terebut sempat bergoyang keras beberapa kali hingga membentur samping motor ku.


Kebetulan kakak hari ini sedang berulang tahun yang ke 11 tahun dan minta di belikan kue untuk di makan bersama pada bada magrib yang bersamaan dengan waktu kelahirannya kakak. Ayuk dan adek sudah menunggu dari tadi menunggu sigap agar dapat mencicipi manisnya kue coklat kakak yang akan di potong.

Akhirnya merekapun makan dengan lahap kue tersebut setelah ayah selesai membaca doa, adek yang dari tadi sudah tidak sabar memakan coklat berwarna pink pun langsung mengambil coklat dari atas kue tersebut. 

Senang hati melihat kegembiraan mereka hari ini, padahal kalau mereka tahu sulitnya membawa kue ulang tahun dengan naik motor sendirian, mungkin mereka akan paham kalau hasil perjuangan yang mereka rasa manis di mulut itu di dapati dari bungkusan kue yang di bawa dengan penuh kecemasan.

You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey