Mengapa Tidak Berbelanja Di Toko Sendiri ???


Setelah menikmati sate promosi warung juragan kamipun merapat toko sebelah yang merupakan toko kami sendiri, mengapa di bilang demikian karena dari ribuan investor yang ada dalam pembentukan mart ini, kami pun menjadi bagian kecil dari terbentuknya mart ini.

Siapa yang tidak kenal dengan 212 yang awalnya merupakan aksi damai dalam menuntut keadilan atas penistaan agama pada 2 Desember 2016 di lapangan Monas, Jakarta. Aksi yang di ikuti oleh lebih dari 7 juta orang dari seluruh daerah di Indonesia ini hingga akhirnya Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggagas pembentukan Koperasi Syariah 212 yang kemudian meluncurkan secara resmi pendaftaran massal melalui saluran online pada tanggal 20 Januari 2017 di Sentul, Bogor. Koperasi Syariah 212 tersebut telah resmi berdiri sejak 24 Januari 2017 berdasar pada Keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 003136/BH/M.KUKM.2/I/2017 dan Akta No.02 tanggal 10 Januari 2017.

Tidak heran kalau kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari seluruh persaudaraan alumni (PA) 212 dan umat islam sehingga dalam jangka waktu 1 tahun berdiri 212 mart sudah memiliki 192 toko dengan 49 ribu anggota.


Kamipun hampir tiap bulan untuk berbelanja di toko ini untuk membeli keperluan di rumah, walaupun terkadang ada barang yang kami butuhkan lagi kosong atau kehabisan di toko ini tetapi bukan menjadi suatu kendala yang berarti bagi kami. Walaupun jarak yang kami tempuh lumayan jauh dari tempat tinggal kami. Tetapi ini seperti menjadi sebuah kewajiban bagi kami untuk ikut mengembangkan usaha ini walaupun sekedar berbelanja dengan nilai yang tidak terlalu seberapa.

Dulu sebelum adanya 212 mart ini bunda selalu berbelanja kebutuhan bulan di warung yang tidak jauh dari jaraknya dari rumah, warung yang lumayan serba ada ini menyediakan segala kebutuhan sehari-hari sampai perlengkapan sekolah juga tersedia di warung tersebut. Pernah ku tanya ke bunda mengapa tidak berbelanja ke mini market yang banyak tersedia, dan di jawab bunda dengan alasan klasik yaitu "mahal".

Tidak terpikir akan adanya keuntungan ataupun bagi hasil dari investasi yang kami lakukakn ini yang penting, adanya kebersamaan dalam pengembangan ekonomi umat merupakan hal yang utama karena ada usaha kecil yang ikut berpartisipasi di sini toko ini, ada juga pengusaha kecil yang menjadikan toko ini sebagai rantai penjualannya dan banyak simbiosis mutuilisma antara jemaah yang terjadi dalam menggerakan ekonomi umat di sini, semoga kami bisa istiqomah dengan belanja di toko sendiri ini.

You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey