Bakso Son Haji Sonny, Mie Ayam Acar Dengan Rasa Yang Menggelikan

Mie ayam acar... gimana rasanya ????
Awalnya destinasi kami adalah bakso haji sonny yang terletak di jalan woltermongionsidi, tetapi melihat kondisi anak-anak yang sudah capek dan sudah pada rewel akhirnya, akupun merubah lokasi kulineran kami ke arah yang lebih dekat dengan hotel yaitu bakso son haji sonny enggal cabang ke V, walau tidak ke pusat penjualan bakso haji sonny tetapi cukuplah membuat anak-anak yang sudah di janjikan untuk makan bakso terpenuhi hasratnya.

Taxi online yang kami tumpangipun meluncur ke arak jalan raden intan, saat di dalam perjalanan itulah ada keluarga nyai yang berasal dari natar menelpon, yang intinya mengapa tidak menginap di rumah beliau kalau ke Lampung ini, karena rumah beliau berada di Natar kurang lebih 1 jam dari tanjung karang yang membuat salah satu pertimbangan kami mengapa tidak mampir kesana, tetapi beliau akan datang malam ini ke hotel untuk sekedar silaturahmi dengan keluarga dari Palembang.


kamipun memesan 4 bakso dan 2 mie ayam bakso , serta dilengkap 2 es dawet 2 es jeruk dan 2 es tawar, urusan makanannya cepat keluar dan tersaji di meja tetapi untuk urusan minuman kami harus menunggu agak lama.

Kalau bakso sudah sering mencoba terakhir pun saat menginap di kurnia perdana hoten saat mau pulang ke Palembang,  (Baca : Makan Malam Bersama Bakso Pesanan Kakak), kali ini aku bersama adek mencoba mie ayam, tapi saat datang mie ayam nya bercampur dengan acar timun, adek pun langsung menyerahkan mie ayam tersebut agar acar segera di ambil dari mangkoknya.

Setelah di santap rasa mie ayam ini agak sedikit aneh ada rasa asam acar yang bercampur dengan rasa mie ayam tersebut jadi saat tersentuh lidah rasanya agak sedikit aneh bagiku, wajar saja kalau adek tadi minta acarnya di singkirikan dari mangkuknya.

Beberapa mejapun terisi dengan rombongan kami, untuk warung bakso ini tidak terlalu penuh saat kami kulineran di sini, mie ayam acar ini menjadi rasa tersendiri yang baru kali ini ku cicipi sejak mengenal kuliner yang satu ini. Selesai makan kamipun berjalan kaki untuk sampai ke hotel karena jaraknya kurang lebih hanya 200 meter saja, istirahat yang terpenting setelah perjalanan melelahkan hari ini.  

You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey