Berburu Buah Tangan Khas Di Pecinan Kota Lampung


Setelah makan malam dan istirahat setelah wisata pantai, kamipun menuju  ke pusat oleh-oleh di jalan Kakap, teluk betung. dikawasan ini terkenal banyak toko oleh-oleh seperti aneka sari rasa, yen yen, suseno ataupun kopi bola dunia, tetapi yang paling ramai adalah toko aneka sari rasa, seperti malam ini pusat oleh-oleh ini ramai sekali di penuhi para pemburu oleh-oleh.

Sore tadi sepulang dari pantai kamipun menyempatkan diri mampir di pusat oleh-oleh azka jaya tetapi sepertinya masih ada yang kurang menurut penilaian emak-emak. Malam ini setelah bada isya dengan menggunakan taxi onlie kamipun menuju ke lokasi pusat oleh-oleh yang terletak di kawasan teluk betung ini.


Setelah sampai ternyata toko ini sudah banyak di datangi oleh  pengunjung yang hendak membeli oleh-oleh berupa keripik pisang, kopi, lempok dan lain sebagainya, sampai-sampai stock barangpun kehabisan.

Kawasan perniagaan ini bukan merupakan kawasan baru di kota Lampung yang sudah ada sejak abad ke 17, di kenal sebagai pecinan nya Lampung kawasan ini memiliki sejarah yang panjang, tampak klenteng Thay Hin Bio yang didirikan sejak tahun 1850 tepat di seberang toko oleh-oleh aneka sari rasa, dari lokasi inilah penyebaran etnis cina menyebar ke arah pasar pagi, kampung Palembang yang mengarah ke selatan, gudang garam dan gudang lelang lama. Jadi tidak heran kalau melihat bangunan di kawasan ini terlihat klasik dengan mempertahankan tempo dulu.  


Para emak-emak pun akhirnya berbelanja juga walaupun ada beberapa barang yang tidak bisa di dapatkan karena kehabisan, walaupun antrian kasir panjang mengular tetap bersabar untuk membayar, di toko ini menjadi rujukan para artis-artis ibukota yang sedang berkunjung di kota Lampung, hal ini dapat di lihat dengan banyaknya foto-foto artis yang di pajang di salah satu dinding toko ini.


Jika ingin makan durian tidak perlu khawatir tepat di depan toko ini pun ada penjual durian yang menjajakan buah duriannya, dengan dengan harga termurah adalah 100 ribu untuk 4 buah, dan semakin besar buah durian semakin mahal pula harganya.

Sebagian dari anggota rombongan kembali pulang ke hotel sedangkan kami, melanjutkan perjalanan untuk mencari makan malam, rencananya malam ini kami akan merasakan gurihnya nasih uduk toha di jalan RA. Kartini.

Penjual durian yang ada di depan toko aneka sari rasa

You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey