Dermaga Kampung Kapitan Berlatar Ampera


Kamipun melanjutkan perjalanan yang jarak nya tidak terlalu jauh rencananya mau langsung ke kampung Kapitan salah satu Cagar budaya peninggalan kapiten cina, tapi ternyata untuk akses dari bagian belakang belum ada para pengunjung pun memarkirkan kendarannya cukup jauh dari kampung Kapitan. 

Saat perjalanan perhatian adek kembali lagi tertuju pada dermaga yang merupakan Salah satu akses menuju ke kampung kapitan. Turun dari motor adik langsung berlari menuju dermaga tersebut yang terbuka, biasanya sih selalu di gembok dan di buka saat ada acara-acara tertentu saja.


Berlatar belakang jembatan Ampera dan benteng kuto besak membuat adek sangat menikmati berdiri di dermaga ini. Banyak fasilitas yang sudah di buat di sini sebagai support destinasi wisata kampung kapitan , seperti cafe & resto kampung Kapitan yang sepi di kunjungi oleh pengunjung, entah apakah faktor akses ke kawasan ini atau tingkat keamanan yang masih di anggap pengunjung rawan.

Padahal kawasan ini dari tahun 2010 sudah terus berbenah, pemerintah kota mengusahakan agar akses masuk mudah dan mengharapkan kawasan ini bisa hidup seperti BKB, tapi mungkin banyak faktor lainnya yang menyebakan kawasan ini belum banyak di minati pengunjung.

"Kita nggak bisa lama-lama lo dek masih banyak tempat yang harus di kunjungi.. Biar nggak kepanasan" Kataku kepada adek
"Ok yah" Jawab adek singkat


You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey