Kelenteng Tertua Di Palembang Yang Masih Tegar Berdiri.


Tepat berasa di bagian belakang pasar 10 ulu kami melanjutkan perjalanan menuju ke tempat peribadatan umat Kong Hu cu, yaitu kelenteng dewi Kwan im atau candra nadi atau di sebut juga kelenteng dewi pengasih.

Kelenteng yang sudah ada sejak abad 16 ini merupakan pengganti dari kelenteng dikawasan 7 ulu yang terbakar pada 1732, tidak heran kalau kelenteng ini berada di kawasan laut karena mengingat banyak perkampungan etnis Tionghoa yang tersebar di pesisir sungai Musi, seperti perkampungan cina 10 ulu, kampung Kapitan dan banyak lagi.

Sempat di bom oleh Jepang karena di anggap sebagai basis pertahanan pejuang Indonesa, tetapi tidak satupun bom yang mengenai kelenteng ini.
"Ayo... foto "kataku ke pada adek
"Nggak yah... panas" jawab adek sambil menutup kepalanya
"Udahlah 1 kali saja" Kataku lagi




Adek yang awalnya menolak untuk berfoto akhirnya mau juga di foto dengan latar belakang kelenteng ini, kondisi kelenteng cukup sepi beberapa hio masih terlihat mengeluarkan asap dan aroma yang khas.

Saat imlek atau acara keagamaan lainya di kelenteng ini akan ramai, bahkan terkadang parkiran kendaraan sampai mengular di bawah jembatan Ampera. Adek yang lebih tertarik dengan sungai Musi, berlari cepat apalagi saat ku ajak untuk berdiri di dermaga kelenteng ini.

You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey