Pantai Sari Ringgung, Pantai Hits Di Selatan Lampung


"Selanjutnya ke pantai Mutun mas " Kataku kepada mas Wisnu.
"Ini sekedar usul pak, kalau ke Mutun saat ini sudah sepi, tidak menarik seperti dahulu, karena kalau kesiangan ke Sari ringgung bisa penuh" Kata mas Wisnu

Akhirnya dengan berbagai pertimbangan dan rengekan anak-anak yang tidak sabar lagi untuk basah-basahan di pantai, kami pun memutuskan untuk menuju pantai Sari ringgung, karena jarak tidak terlalu jauh dengan muncak Tirtayasa yang hanya berjarak 14 km, setelah memasuki jalan masuk ke areal pantai aura ramainya sudah terasa dengan ramainya parkir mobil yang mayoritas di isi oleh mobil berplat BG, karena sejak tol kayuagung di buka waktu tempuh untuk ke Lampung hanya 3 jam saja.

Dengan ticket seharga 25 ribu per orang dan mobil di kenakan tarif 10 ribu per orang, Kami pun langsung pesisir pantai mencari tempat parkiran dan pondokan yang agak lengang, setelah dapat anak-anak pun langsung turun dari kendaraan, kakak yang sudah tidak sabar lagi langsung menghambur ke arah pantai, anak-anak yang lain pun setelah selesai mengganti pakaian nya juga menyusul kakak yang di di iringi teriakan orang tua mereka.


Dengan fasilitas prosotan dan ayunan yang ada di pantai menambah menarik pantai ini, tetapi pada saat saya akan turun ke pantai banyak pecahan karang yang di injak sehingga akupun mengurungkan niatku untuk berenang di pantai ini . Ternyata bukan kaki ku saja yang terkena pecahan karang, kaki abi pun sempat belah dan bersarah, begitupun tapak kaki kakak dan adek yang banyak goresan luka.

Memang pasir di pantai ini tidak selembut pasir pantai matras pulau Bangka yang sempat kami kunjungi, tetapi hampir mirip dengan pantai berok anyer yang di penuhi dengan cangkang kerang dan karang tetapi di pantai berok anyer sendiri saat melangkah kaki ke pantainya tidak banyak patahan batu karang herannya justru di pantai sari ringgung ini banyak di penuhi dengan patahan karang yang cukup tajam, sehingga bisa melukai kaki.


Tetapi walau begitu anak-anak masih banyak bermain air laut walaupun keesokan harinya pada mengeluh luka pada tapak kakinya. Akupun dan beberapa anggota keluarga yang lain hanya terduduk dipondokan di pesisir pantai sambil memperhatikan anak-anak berenang, semilir angin laut yang  berhembus membuat perut menjadi lapar.

Belum jam 11 siang kamipun sudah membuka perbekalan kami nasi bungkus RM begadang 2 yang berisi daging rendang, kamipun makan bareng memang enak nasi bungkus ini terutama rendang nya sesuai dengan harga 30 ribu yang di bandrol per bungkusnya.

Anak-anak pun naik turun ke pantai sambil menyantap makanan, karena bada zuhur rencana kami ingin menyebrang untuk menuju pulau tegal mas.



You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey