Rinai Hujan & Harumnya Durian Tebing Tinggi 4 Lawang


Hujan yang mengguyur kota ini sedari pagi tadi membuat suasana menjadi dingin, sempat hujan terhenti sejenak, tetapi setelah menjemput ayuk dan kakak dari kediaman nyai hujan pun turun dengan derasnya, beruntungnya kami sudah memasuki jalan Sukarno Hatta yang berarti tidak terlalu jauh dari rumah kami.

Kamipun berteduh di tempat penjual durian, bau harum durian menyeruak ke rongga pernapasan kami, bunyi lebah madu yang berburu manisnya durian ini tampak banyak terlihat di keranjang kulit durian yang terletak tidak jauh dari tempat kami berdiri.

"Mau durian nggak ?" tanyaku ke ayuk dan kakak pelan
"Mau yah.." jawab mereka serentak

Bau harum dari durian ini, yang dari tadi menggelitik keinginanku untuk mencicipinya,
"Durian dari mana kak ? tanyayu kepada penjualnya
"Ada dari tebing, ada dari Linggau" jawab penjual dengan logat khas linggaunya.
"Berapa satu " tanyaku lagi
"Tergantung besaran, yang ini 50 ribu, kalau yang ini 40 ribu, ini ada 30 ribu dan 25 ribu" jawab penjual durian itu lagi.
"Di jamin manis ya ?" tanyaku
"kalau ada yang busuk, hambar, dan mentah tinggal tukar saja"kata penjualnya


Akhirnya kami membeli durian dengan harga 25 ribuan, 3 buah langsung di pilih dan di makan di tempat, harum semerbak saat  kulit durian tersebut terbuka dan menampakan isinya yang harum dan legit, ayuk dan kakak yang sedari tadi memang ingin makan durian menjadi yang pertama yang mengambil dan merasakan buah durian tersebut.

Memang tidak salah, rasa durian ini bener-bener nikmat, berbeda dengan durian seharga 10 ribu yang pernah kita beli beberapa hari yang lalu, banyak yang mentah, busuk dan hambar. Tidak salah kalau penjual bilang ini merupakan durian berasal dari kawasan Tebing Tinggi ataupun Lubuk linggau, rasa manis dan harumnya sangat terasa sekali, sekali duduk saja sudah 3 buah durian yang habis kami santap bertiga. 

Memang salah satu kota yang terkenal di Sumatera Selatan sebagai sentra penghasil durian terbaik adalah kota 4 lawang, selain hujan mas karena di kota tebing tinggi saat ini lahan penghasil buah durian sudah banyak berkurang sangat berbeda dengan era tahun 1990 an.

"Kak... yang 3 lagi tolong di ikat saja" kataku ke penjual durian tersebut 
karena di rumah masih ada adek, abang zaki dan bunda yang belum menikmati manisnya durian ini.

You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey