Bukan Rapat Penting, Pokoknya Bebas


Prioritas saat memasuki kapal adalah menunaikan sholat, dengan musolah yang lumayan sempit kamipun bergantian untuk menjalankan ibadah yang satu ini, sholat jamak qhosor yang di lakukan merupakan fasilitas kemudahan yang di berikan oleh agama saat kita melakukan perjalanan jauh.

Saat selesai sholat kamipun banyak berkumpul di bagian atas kapal yang terbuka, dengan hembusan angin dan rintik air hujan yang mulai membasahi kawasan ini, kapal pun belum ada tanda-tanda untuk meninggalkan dermaga, kami pun menghabiskan waktu dengan ngobrol, bercerita bahkan senda gurau antara para jemaah.


Kopi yang ada di bawah oleh jemaah dari Palembang, sepertinya menjadi seduhan minuman wajib malam ini, biar makin ganteng kata salah satu teman. Tetapi ada juga sebagian jemaah yang beristirahat di ruangan yang ada di kapal ini, dan sebagian lagi sibuk dengan aktivitas masing masing.

Lewat pukul 7 malam ternyata kapal pun belum bergerak meninggalkan dermaga, padahal kalau menggunakan dermaga eksekutif ini waktu tempuh penyebrangan hanya sekitar 1 jam 20 menit, kami pun masih tetap sibuk degan obrolan warung pojok kami.

Di sini banyak muka lama yang sering terlihat saat kajian ataupun acara haul dan maulid tetapi tidak sedikit juga muka-muka baru yang belum ku kenal sama sekali dan tidak pernah terlihat saat adanya kajian dan pengajian.

Kapal ini menjadi ajang silaturahim kami, mempererat ukuwah, segelas kopi dan sekeping roti ini bisa mempererat kan kami.

You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey