H 7 : Perjalanan Panjang Menuju Ibu Kota

Om Abu on action... si Azam masih tidur di bus di tinggal saja
Kurang dari pukul sembilan malam bus kamipun sudah bergerak keluar dari parkiran Abu Bakar Ali di Malioboro, bus menuju jalur ke arah Semarang, selanjutnya memasuki tol yang sepertinya tiada berujung, aku sudah cukup lega seluruh barang sudah ku packing di dalam bagasi, sehingga tidak terlalu sulit lagi untuk membawanya nanti saat pulang.

Malam yang terus semakin pekat membuat banyak jemaah memanfaatkan waktu untuk istirahat, dengan menggunakan bantal dan selimut dari pihak bus, biarkan malam ini menjadi waktu istirahat bagi kami setelah perjalanan panjang siang tadi.

Aku terbangun saat bus kuraskan berhenti dan memang pada kenyataanya bus sedang mengisi bahan bakar di salah satu SPBU entah di mana, taklama kemudian buspun merapat ke parkirannya, jam di tanganku menunjukan pukul 4 pagi hari hampir 6 jam perjalanan dari Yogya ke sini, berarti tidak lama lagi kami akan melakukan sholat subuh. 

Waktu yang lumayan masih panjang, akupun membeli kopi dan pop mie bersama beberapa jamaah termasuk sopir bus, dan kesempatan ini kugunakan untuk mencharge hp dan powerbank ku, karena terakhir ku charge di mobil karena terlalu nempel dengan bagian dari ac mobil hp ku menjadi dingin dan error.

Ada mahluk manis di dalam bis, siapakah dia ???
Karena panas kubiarkan terlebih dahului popmie ku dan kopi capucino yang kupesan, termasuk jamaah yang lain , tetapi ternyata ini awal kejahilan tersebut, itu ada apa di kaca bus, ternyata dengan banyak melihat ke kaca menjadi modus dia untuk memasukan cabe pop-mie yang masih tersisa kedalam kopi teman ssatu bangkunya.

Wajar saat kawannya itu mulai menghirup kopinya dia mulai mencak-mencak karena rasa kopinya menjadi manis pedas, kami yang ada di sana senyum dan tertawa geli melihat kelakuannya. Saat azan subuh di kumandangkan kami bergegas kemasjid, antri mengambil air wudhu merupakan pemandangan yang biasa saat orang ramai seperti ini, setelah selesai menunaikan sholat subuh berwirid dan doa kamipun melanjutkan perjalanan kami lagi yang tertunda.

Buspun bergerak menyusuri tol, jalan tampak mengkilat di timpa lampu kendaraan, sesekali tampak bus ini memotong kendaraan lain, sehingga pada pukul 8 pagi kamipun berhenti di salah satu rumah makan masih di kawasan purwakarta di rumah makan family dengan model tulisan seperti facebook.

Rumah makan famili di kawasan Purwakarta


Disini akupun mengambil perlengkapan mandi, air di sini ternyata lumayan segar, setelah selesai akupun sarapan kembali kali ini sama seperi yang ku makan saat di rest area 166 tol cipali tadi, entah sudah berapa banyak mie instan yang hinggap ke perutku selama perjalanan ini, tetapi secara alternatif inilah makanan yang paling murah dan praktis yang bisa di dapatkan selama perjalanan.

Kurang lebih pukul 9 bus pun mulai meninggalkan rumah makan ini, menuju ke ibu kota di tengah arus kemacetan,.... welcome to jungle.



You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey