Melepas Lelah Sejenak Di Rest Area 215 Tol Teberangi Besar


Memasuki tol Indralaya, bus berjalan cukup cepat jarak 22 Km hanya sekejap saja di lalapnya, pada setengah jam berikutnya kamipun melalui jalan lintas timur, sejak lepas dari pintu tol Indralaya melalui perkampungan penduduk dengan jalan yang bisa di bilang masih tambal sulam karena banyak bagian jalan yang rusak.

Buspun bergerak pelan, jalan beriringan dengan kendaraan lain dan terkadang harus berhenti jika bertemu dengan kendaraan  berbadan besar lainnya, di depan pun terlihat alat-alat berat yang sedang terparkir untuk mengerjakan perbaikan jalan, jembatan Indralaya, Pesantren Al-Iftiqiayh, Saka Tiga, Tanjung Raja,  di lalui bus juga dengan perlahan. Ternyata jalan lintas timur di arah kayu agun juga tidak terlalu jauh berbeda nasibnya, di kiri kanan banyak penjual buah duku yang menjajakan dagangannya.


Selepas memasuki pintu tol Kayu agung, bus bisa mengaspal dengan lincah, dengan jarak yang akan di tempuh sekitar 189,2 Km untuk mencapai Bakahuni,  beberapa kali iringan bus kami tampak memotong kendaraan lain, pemandangan yang menjemukan saat melintasi tol karena kanan dan kiri hanya di hiasi areal persawahan dan hutan saja, sedangkan jika memandang ke depan bentangan aspal tol seperti tidak berujung.

Setelah beberapa jam meluncur di aspal akhirnya bus tersebut berhenti di salah satu rest area yang sudah siap di gunakan dengan berbagai macam fasilitasnya, karena di tol teberangi ini masih banyak rest area yang belum siap sehingga masih belum bisa di pergunakan secara maksimal.


Kamipun berhenti di rest area 215, yang memiliki SPBU, Masjid dan juga tempat kuliner dan istirahat bagi pengendara, kamipun beristirahat di sebentar, menunaikan sholat jamak zuhur dan ashar, makan dan beristirahat.

Sekitar 1 jam kami beristirahat di sini, walaupun harus antri dengan toilet karena dari keseluruhan toilet yang ada hanya 3 unit yang bisa di pakai, sehingga lumayan memakan waktu untuk para jemaah dan para pengendara yang beristirahat di tempat ini.


Kebanyakan jemaah  membawa bekal dari rumah dan juga ada yang memakan snack yang di berikan oleh panitia berupa pempek telor dengan ukuran yang lumayan besar, aku yang kali ini berangkat sendiri juga sudah mempersiapkan bekalku yang sudah di beli di salah satu rumah makan saat di titik pemberangkatan tadi.

Lumayan luas juga rest area ini dan lengkap dengan segala fasilitasnya, yang unik seluruh masjid di rest area yang ada di tol kayu agung sampai Bakahuni memilihi bentuk dan nama yang sama yaitu Al-Hikmah yang membedakannya adalah arah kiblat dan nomor rest areanya saja.


Setelah 1 jam beristirahat para koordinator bus pun mulai memerintahkan para jamaah untuk menaiki bis nya masing-masing, awan hitam sudah tampak menggelayut di langit sehingga membuat suasana lumayan teduh.

You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey