Satu Hari Tanpa Teknologi

Permainan Monopoli, Permainan Jadul Yang Asik Di Mainkan Bersama

Minggu kedua setelah pemerintah mengumumkan melakukan kerja dari rumah ataupun sekolah dari rumah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 atau yang lebih di kenal dengan nama Corona ini.

Biasanya anak-anak pada saat hari bisa sudah mulai standby mulai pukul 7 pagi di depan alat bantu kerjanya masing masing baik itu smartphone ataupun laptop, tetapi untuk hari Minggu semuanya libur tidak ada tugas yang harus di selesaikan ataupun di kerjakan, hari ini memang libur seperti hari libur biasa.

Anak-anak pun hanya menonton tv yang banyak di penuhi oleh film anak-anak pada pagi hari Minggu, nasi goreng sebagai sarapanpun sudah selesai di santap dari tadi, tapi justru ini membuat anak-anak menjadi bosan, program ku hari ini akan mencoba sehari tanpa internet, tanpa ada hp tetapi entah mau buat permaian apa yang bisa di mainkan banyak orang dan durasinya lama.

Orang lain pada duduk adek sendiri yang rebahan
Akhirnya teringat aku ada permainan milik kakak yang tersimpan di atas lemari pakaian yang sudah lama tidak di mainkan, yaitu permainan monopoli, dulu kakak dan teman-temannya sering memainkan permainan ini tetapi sejak hidung adek kemasukan dadunya, entah bagaimana sampai hidung nya kemasukan dadu akhirnya permainan tersebut ku simpan.

Kubawa permaian tersebut ke mereka, adek yang sudah lancar membaca pun mengetahui kalau permainan yang ku bawa itu adalah permaian monopoli, permainan yang mengandalkan strategi, investasi, kejujuran permainan dan kesabaran.

Setelah bada zuhur kamipun memulai permainan ini dengan syarat tidak ada yang membawa handphone, seluruh gadget pun di letakan di tempatnya masing-masing, permaian pun berlangsung seru, masing-masing saling mengejar investasi dengan tujuan untuk mengalahkan lawan.

Membayar, membeli tanah, rumah dan hotel, kesempatan dan dana umum menjadi teman kami hari ini, tidak terasa sudah 3 jam lebih kami memainkan permainan ini, dan pemain yang masih bermain adalah ayuk dan kakak, hingga setengah jam kemudian ayukpun memenangkan permaian ini.


Setelah mandi sore hari tugas kakak dan ayuk melatih adek untuk bermain catur, yang memang adek sendiri sangat menyukai permaian ini, entah sudah beberapa kali adek kalah, hingga kami bersiap-siap untuk berjemaah di rumah.

Sejak kegiatan belajar mengajar di alihkan kerumah, adek memang lebih sering mengajak untuk bermain catur, yang selama ini selalu di kalahkan oleh kakak ataupun ayuk, terkadang juga ia minta bermain bersama ayah, tetapi semangatnya yang tidak pernah surut walaupun selalu kalah.

-----------------
Mungkin banyak permainan-permainan yang bisa di siapkan oleh orang tua saat anak-anak di haruskan berada di rumah sebagai pembunuh jenuh mereka, seperti bermain ular tangga, bermain karet gelang, gundu, atau permainan lainnya yang tidak harus di fasilitasi dengan internet.

Sekali-sekali di buat program beberapa jam tanpa internet, seperti yang saya terapkan saat magrib sampai ke isya anak-anak tidak di perkenankan untuk memegang hp atau menonton tv tetapi kami isi dengan mengaji bersama sampai ke isya.

Dengan bermain bersama ini akan menambah keakraban antar anggota keluarga sehingga kejenuhan mereka saat berada di rumah bisa teratasi, semoga bisa menjadi inspirasi.

You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey