Belajar Online & Gagapnya Teknologi


Sejak di mulainya pembelajaran secara online oleh pihak sekolah maka setiap murid dan orang tua mulai memberdayakan kemampuannya masing-masing, seperti ayuk yang lebih berkutat dengan hadphone nya dimana google classroom untuk pengiriman berkas belajar ada di aplikasi tersebut sama seperti adek yang juga menggunakan google classroom di mana aplikasi sebelumnya khoot.com belum bisa berjalan sebagai mana mestinya.

Lain ayuk lain pula kakak yang menggunakan laptop milik ayah, karena aplikasi e-learning yang di pakai lebih komplek dan setiap pagi harus absen menggunakan aplikasi join meeting dimana guru dan murid bisa bertatap muka melalui dunia maya.

Memang sekilas sepertinya mudah melaksanakan pembelajaran online seperti tersebut di atas, tetapi masih banyak guru yang bisa di bilang gagap dengan teknologi sehingga pembelajaran secara online tidak dapat berlangsung sebagai mana mestinya. Dalam beberapa hari mengikuti anak-anak dalam pembelajaran online banyak orang tua yang bertanya ke kami, aplikasi apa yang di pakai, bagai mana membukanya, kirim dokumennya bagaimana, aku kok nggak bisa-bisa ???, bahkan banyak lagi.

Memang tidak heran karena selama ini teknologi terutama handphone hanya di gunakan sebatas, telpon, berkirim pesan, media sosial dan juga selfie. Pada saat kejadian metode belajar berubah dari pembelajaran tatap muka menjadi secara online tidak sedikit yang membuat wali murid ataupun guru sendiri menjadi sakit kepala.

Memang tidak heran karena selama ini dunia pendidikan kita tidak terbiasa menggunakan pendidikan secara online, kecuali di beberapa sekolah yang memang sudah menerapkan dan juga beberapa institusi perguruan tinggi di negeri ini, tetapi mungkin sekarang merupakan saat dimana kita harus mulai melek teknologi, baik itu dari pihak guru dan murid, mungkin dengan petunjuk pengoperasian yang sederhana  bisa membuat, kedua belah pihak akan paham tentang pembelajaran online ini.

Terkadang yang menjadi kendala dengan model pembelajaran di atas adalah bagi anak-anak yang kurang mampu yang tidak dapat memenuhi kebutuhan fasilitas pembelajaran online tersebut, karena dari teman anak-anak kami pun terdapat beberapa yang mengalami kendala saat melakukan pembelajaran online karena keterbatasan sumber daya yang di milikinya.

Entah apakah program e-learning ini berlaku di kawasan desa-desa dan tempat-tempat yang terkadang belum terjangkau oleh internet dan teknologi, karena kedepan hal ini juga menjadi perhatian penting bagi pemerintah. 

You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey