Menikmati Gerimis Walaupun Hanya Nangkring Di Pagar


Karena sudah beberapa minggu hanya berada di rumah , kejenuhan akhirnya melanda anak-anak, biasanya anak-anak keluar rumah unutk berjemur pada pukul 10 dan pada saat sholat berjamaah, selain itu anak-anak di larang untuk keluar rumah.

Seperti hari ini, awan hitam menggelayuti tempat tinggal kami, mataharipun bersembunyi di balik awan hitam, dari hembusan angin yang mulai kencang sepertinya hujan akan turun.
"Boleh mandi hujan kah Yah ?" tanya adek ke aku

Aku tau ini hasil dari bisikan kakak yang sedari tadi kasak-kusuk, "boleh saja asal hujanya sangat deras, kalau hujannya kecil nggak boleh " jawab ku
"Hore" jawab anakku

Akhirnya benar, gerimis pun turun perlahan, wajah mereka yang sudah pada sumringha berharap hujan turun dengan sederas-derasnya, tetapi ternyata sudah hampir 10 menit hanya gerimis yang turun dan gerimisnya pun tidak terlalu deras.

"Duduk saja di teras, siapa tau hujanya menjadi deras " kataku kepada mereka
Dengan muka muram mereka duduk di teras sambil menganyun-ayunkan kakinya tetapi saat itu ayuk membawa 2 puding lumer di dalam gelas yang baru selesai di buatnya.

"Ini ayo di coba" kata ayuk sambil menyerahkan satu gelas ke kakak dan satu gelas ke adek
Sambil tersenyum mereka mengucapkan terima kasih, menghilangkan kekecewaan mereka karena hujan deras tidak jadi turun.

Saat kuperhatikan mereka berdua dari belakang aku teringat seperti kucing di film kartun yang lagi duduk di pagar berdua sambil bernyanyi.

Ilustrasi by:gogle

You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey