Sedekah Kok 2 Ribu...... Pelit


Ku lihat indikator BBM di motorku mulai meyebrang ke tanda merah, tidak jauh lagi SPBU juga nampak agar aku bisa mengisi bbm di motor ku, setelah masuk ke dalam SPBU ternyata ramai juga antrian yang harus aku jalani untuk mendapatkan BBM untuk motor ku.

Ku masukan tangan ke dalam saku celana ternyata pecahan 20 ribu dan 2 ribu yang tersisa, lumayan BBM bisa bertahan agak lama juga pikirku, matahari yang menyengat untung di ikuti oleh pergerakan antrian yang cukup cepat, tak lama akupun sudah mulai mendekat ke arah mesin pengisian.

Tekat ku yang awalnya akan mengisi BBM senilai 22 ribu di buyarkan dengan adanya 2 anak kecil yang cukup dekil sedang duduk di pinggir SPBU sambil menunggu keberuntungan sedekah dari para konsumen SPBU, di ujung pintu keluar pun tampak orang tua yang juga sambil duduk membawa karung besar yang berisi barang-barang bekas, pemandangan seperti ini bukan merupakan pemandangan yang asing di SPBU ini, tiap melakukan pengisian BBM di sini pasti pemandangan seperti ini akan terlihat.

"Isi berapa pak" ? Tanya petugas SPBU
"20 ribu saja" jawab ku sambil menyingkirkan uang 2 ribuan yang sudah ku pegang tadi

Angka meteran mesin BBM berjalan sampai menunjukan angka yang ku sebutkan tadi, kututup tangki motor dan jok motorku, dan aku dan motorkupun beranjak menuju 2 anak yang tampak asik bermain, ku sodorkan uang 2 ribu yang tersisa.

"Terima kasih om" kata mereka

Akhirnya akupun berjalan untuk pulang, selama perjalanan pulang aku berfikir kalau dengan angka seperti itu saja anak-anak tersebut begitu senangnya apalagi kalau ada yang mengasih uang lebih besar lagi pasti akan lebih gembira lagi.

Tapi hari ini kusebut sedekah ini  sebagai "sedekah pelit" hanya 2 ribu karena itulah yang tersisa di kantongku karena sudah habis semua, aku hanya berfikir banyak kebutuhan di dalam kehidupan kita yang di penuhi dari dari BBM motor, makan, pakaian dan lain-lain tetapi sedekah kok hanya 2 ribu....apakah itu yang terbaik menurut kita ?, apakah yang kita sedekahkan itu merupakan barang sisa?, apakah sebanding dengan nikmat Allah selama ini ?..... aku tidak bisa menjawab. Laju motor ini terus berjalan akankah ku temui jawabannya di depan sana.. ???

You Might Also Read

0 comment

Like us

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Top Categories Dhinisa Journey